Skandal Pengaturan Skor

Plt Ketum PSSI Joko Driyono Kenapa Tak Ditahan, Begini Penjelasan Satgas Antimafia Bola

Satgas Antimafia Bola menyatakan ada alasan kenapa Kodri Plt Ketua Umum PSSI tidak ditahan Polda Metro Jaya. Begini penjelasan Satgas Antimafia Bola

Plt Ketum PSSI Joko Driyono Kenapa Tak Ditahan, Begini Penjelasan Satgas Antimafia Bola
Dok Tribunnews.com
Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Nama Joko Driyono saat ini sedang santer dibicarakan banyak orang di Indonesia. Pria berkacamata ini tersandung persoalan hukum di dunia sepak bola Indonesia.

Tayangan program acara Mata Najwa bisa Apa PSSI pun membongkar beberapa kejanggalan dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola yang diduga ada unsur suap korupsi dan kolusi.

Sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI diamankan oleh Satgas Antimafia Bola soal dugaan pengaturan skor. Jodo Driyono ini diperiksa secara intensif oleh Polda Metro Jaya.

Pemain Baru Persiba Balikpapan, Salahudin Sebut Salah Satu Nama Bekas Pemain Madura FC

Prediksi Pertandingan Arema FC vs Persib Bandung, 2 Pelatih Sama-sama Pede

Indonesia Luncurkan Satelit Nusantara Satu, Teknologi Internet Broadband Berkapasitas Lebih besar

Hari ini Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri merampungkan pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus pencurian dan perusakan barang bukti, terkait skandal pengaturan skor, Jumat (22/2/2019).

Joko Diryono diperiksa penyidik Satgas Antimafia Bola di Ditreskrimum Polda Metro Jaya sejak Kamis (21/2/2019) pukul 10.00 sampai Jumat (22/2/2019) pukul 08.10.

Ini berarti dalam pemeriksaan kedua ini, Jokdri menjalaninya selama sekitar 22 jam.

Meski ditetapkan sebagai tersangka dan sudah mengakui telah menyuruh tiga anak buahnya mengamankan sejumlah dokumen dari ruang kerjanya di Kantor Komdis PSSI, Jokdri tidak ditahan Satgas Antimafia Bola.

Pertanyaan kemudian muncul kenapa Joko Driyono tidak ditahan ?

"Tentunya penyidik memiliki subjektivitas dan pertimbangan sendiri, sehingga tidak dilakukan penahanan atas JD," kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono, Jumat (22/2/2019).

Kombes Argo Yuwono juga Kabid Humas Polda Metro Jaya. 

Na Jeamin NCT Bakal Mulai Debut Sebagai Aktor, Filmnya tentang Perjuangan Mencari Cinta di Kampus

Aston Balikpapan Hotel and Residence Dapatkan Sertifikat Hotel Bintang 4

Promo Gramedia Balikpapan, Beli Buku Ada Diskon hingga 30 Persen, Hari Jumat Ini Terakhir

Meski begitu, kata Argo Yuwono, pihaknya telah melayangkan surat ke imigrasi untuk melakukan pencekalan kepada Jokdri selama 20 hari ke depan.

Pencekalan dilakukan sejak Jokdri ditetapkan tersangka pada Jumat (15/2/2019) pekan lalu.

Seusai menjalani pemeriksaan kedua, Jokdri menolak memberi pernyataan terkait materi pemeriksaan atas dirinya.

Ia hanya menyebutkan bahwa pemeriksaan berkaitan dengan penggeledahan di Kantor PT Liga Indonesia (LI).

Kantot PT LI menyatu dengan Kantor Komdis PSSI juga ruang staf keuangan Persija di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Soal materi atau substansi pertanyaan saya tak bisa sampaikan, karena sudah masuk dalam ranah hukum. Saya ditanya lebih dari 17 pertanyaan," kata Jokdri di Polda Metro Jaya, Jumat (22/2/2019).

Aston Balikpapan Hotel and Residence Dapatkan Sertifikat Hotel Bintang 4

Promo Gramedia Balikpapan, Beli Buku Ada Diskon hingga 30 Persen, Hari Jumat Ini Terakhir

Grace Natalie Buka-bukaan Tentang Sumber Pendanaan PSI, Singgung soal Isu 9 Naga

Ke depan, Jokdri mengaku siap jika penyidik harus memeriksa dirinya kembali.

"Bisa saja akan ada pertemuan berikutnya untuk melengkapi data yang dirasa kurang. Saya siap melakukan pemeriksaan berikutnya," tuturnya.

Satgas Anti Mafia Bola dalam membongkar praktik pengaturan skor sudah banyak menyeret tersangka.

Setidaknya hingga kini, satgas bentukan Polri tersebut telah menetapkan 15 tersangka, termasuk nama Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Joko Driyono pun pagi tadi baru menyelesaikan pemeriksaan lanjutan di Polda Metro Jaya, setelah pada Senin (18/2/2019) lalu dicecar 17 pertanyaan.   

Ada 15 orang yang menjadi tersangka dalam kasus yang berbeda yang ditemukan Satgas Anti Mafia Bola.

Sejak terbentuk pada Desember 2018, Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan 15 tersangka dalam kasus yang berbeda-beda.

KPU Beberkan Tambahan Nama Caleg Mantan Pidana Korupsi, Salah Satunya Ada dari Kutai Kartanegara

Satgas Anti Mafia Bola menunjukkan kerja cepat saat mengamankan 15 tersangka meski baru dua bulan terbentuk.

Diawali Dari Isu Penyuapan dan Pengaturan Skor

Diawali isu penyuapan dan pengaturan skor yang diembuskan Manajer Madura FC, Januar Herwanto, Satgas Anti Mafia Bola akhirnya dibentuk untuk mengatasi karut-marut sepak bola Indonesia.

Melihat Makam Tua Belanda di Asrama Bukit Balikpapan, Batu Nisan Bertuliskan Gaya Belanda

Kasus pertama yang ditangani Satgas Anti Mafia Bola adalah laporan dari Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani, soal pemerasan yang dilakukan oleh oknum PSSI.

Berikut ini nama-nama 15 tersangka kasus dugaan pengaturan skor dan penyuapan yang ditetapkan oleh Satgas Anti Mafia Bola:

1. Johar Lin Eng (Anggota Exco, Ketua Asprov Jawa Tengah);

2. Dwi Irianto (Anggota Komisi Disiplin);

3. Priyanto (Mantan Anggota Komite Wasit);

4. Anik Yuni Artika Sari (Anak Priyanto);

5. Nurul Safarid (Wasit Persibara vs Persekabpas);

6. Vigit Waluyo (Mantan penanggung jawab PSMP);

7. ML (Direktur Penugasan Wasit PSSI);

8. P (Perangkat pertandingan Persibara vs Persekabpas);

KPUD PPU Minta Surat Kesehatan Digratiskan bagi Calon KPPS, Ini Alasannya

Aplikasi Pokemono Go Bakal Rilis Fitur Baru, Pemain Bisa Pindah Tim ke Instinct, Valor atau Mystic

9. CH (Perangkat pertandingan Persibara vs Persekabpas);

10. NR (Perangkat pertandingan Persibara vs Persekabpas);

11. DS (Perangkat pertandingan Persibara vs Persekabpas);

12. Muhammad Mardani Mogot (Sopir Joko Driyono);

13. Musmuliadi (OB di PT Persija);

14. Abdul Gofur (OB di PSSI);

15. Joko Driyono (Plt Ketua Umum PSSI). (*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kenapa Joko Driyono Tidak Ditahan? Ini Kata Polisi, http://wartakota.tribunnews.com/2019/02/22/kenapa-joko-driyono-tidak-ditahan-ini-kata-polisi?page=all.
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus

Plt Ketum PSSI Joko Driyono Kenapa Tak Ditahan, Begini Penjelasan Satgas Antimafia Bola

Editor: Budi Susilo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved