Praktik Sirkus Hewan Masih Ada, Salah Satu Alasannya Regulasi Masih Lemah

Praktik sirkus masih ada di Indonesia. Banyak penyebab hal ini berlangsung. Satu di antaranya regulasi yang tidak bertaji. Berikut ulasannya.

Praktik Sirkus Hewan Masih Ada, Salah Satu Alasannya Regulasi Masih Lemah
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Aktivis lingkungan Kolisi Perlindungan Satwa berunjuk rasa menolak praktik sirkus lumba-lumba di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (20/1/2017) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Walaupun jumlahnya cenderung menurun dari tahun ke tahun, keberadaan sirkus yang melibatkan hewan di Indonesia masih tetap ditemukan hingga saat ini.

Banyak penyebab praktik yang menjadikan hewan liar dan langka ini sebagai obyek tontonan, terutama untuk mendapatkan keuntungan.

Direktur Investigasi Scorpion Wildlife Monitoring Group, Marison Guciano menilai bahwa regulasi masih terbilang lemah, sehingga menyebabkan penyiksaan terhadap hewan dalam sirkus atau pertunjukan terjadi.

Video - Jumat Berbagi, Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Kunjungi Saksi Hidup Zaman Penjajahan

Ular Piton 4 Meter Terkam Ternak Warga di Bontang, Lengan Petugas Sempat Dililit

Polres Bontang Beri Santunan ke Pemulung yang Tinggal di Gubuk Sisa-sisa Kayu Bekas

Salah satu regulasi adalah Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.52/Menhut-II/2006 tentang Peragaan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi.

Aturan itu kerap digunakan para pengelola untuk menghadirkan sirkus hewan. "KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) berperan memberi izin konservasi, para pengelola sirkus diperkenankan untuk melakukan peragaan satwa, tapi kan yang terjadi itu sirkus," kata Marison, saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (22/2/2019).

Hewan-hewan yang jatuh ke tangan para pengelola pertunjukan kemudian dilatih dengan sedemikian rupa hingga mampu melakukan sesuatu di luar perilaku alamiahnya.

Menurut Marison, hewan-hewan ini diberikan pelatihan yang menyiksa tubuh juga kebebasan mereka.

LSI Sebut Elektabilitas di Bawah 1 Persen, Partainya Tempat Grace Natalie Optimis Lolos ke Parlemen

10 Unggahan Kocak Cabai Kena Tilang di Medsos: Khawatir Sambal Langka hingga Jateng Harus Tahu

Seputar Bank Sampah Unmul, Jam Operasional hingga Gelas Air Mineral Dihargai Rp 3 Ribu Per Kilogram

Mereka diajari untuk mematuhi perintah dan melaksanakannya. Apa yang diajarkan pada mereka adalah segala sesuatu yang tidak pernah dan sebenarnya tidak akan pernah mereka lakukan di alam liar.

Misalnya, gajah dipaksa berdiri dengan dua kaki, beruang naik sepeda, monyet menghitung, lumba-lumba melompat lingkaran api, dan sebagainya. Semua itu di luar perilaku alamiah para hewan.

Melihat Makam Tua Belanda di Asrama Bukit Balikpapan, Batu Nisan Bertuliskan Gaya Belanda

Untuk bisa melakukan itu semua, tentu mereka harus melewati pelatihan yang keras dan mengerikan. Jadi, menurut Marison, keliru jika kita menyebut hewan di panggung sirkus itu bertingkah "lucu dan menggemaskan".

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved