Di Belanda, Pegawai yang ke Kantor Naik Sepeda Bakal Diberi 'Insentif'' dari Pemerintah

Menurut data pemerintah, sebanyak lebih dari 25 persen mobilitas rakyat negeri itu dilakukan dengan sepeda.

Di Belanda, Pegawai yang ke Kantor Naik Sepeda Bakal Diberi 'Insentif'' dari Pemerintah
beepdo.com
Di Belanda, Pegawai yang ke Kantor Naik Sepeda Bakal Diberi 'Insentif'' dari Pemerintah 

Di Belanda, Pegawai yang ke Kantor Naik Sepeda Bakal Diberi 'Insentif'' dari Pemerintah

TRIBUNKALTIM.CO, AMSTERDAM - Apa yang Anda ketahui tentang negeri Belanda? Negeri kecil di Eropa itu tak hanya dikenal karena kincir angin atau bendungannya.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah soal kegemaran bangsa ini naik sepeda.

Menurut data dari situs resmi pemerintah Belanda www.goverment.nl, negeri itu bisa dikatakan sebagai negeri sepeda.

Bagaimana tidak, saat ini Belanda berpenduduk 17 juta jiwa dan populasi sepeda di negeri itu mencapai 23 juta.

Sejak 2005, angka kepemilikan sepeda di Belanda meningkat rata-rata 12 persen.

Peningkatan kepemilikan sepeda juga berdampak pada pola perjalanan bangsa Belanda.

Menurut data pemerintah, sebanyak lebih dari 25 persen mobilitas rakyat negeri itu dilakukan dengan sepeda.

Pada 2016, tercatat 4,5 miliar perjalanan sepeda yang mencakup jarak 15,5 miliar kilometer.

Menjadi negeri sepeda nampanya belum cukup bagi pemerintah Belanda.

Halaman
1234
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved