Petani KUB Harapan Baru di PPU Panen Perdana Garam 100 Kg
KUB Harapan Baru, Kelurahan Pejala, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sudah melakukan panen perdana garam.
Penulis: Samir |
Laporan wartawan tribunkaltim. Co, Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kelompok Usaha Bersama (KUB) Harapan Baru, Kelurahan Pejala, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sudah melakukan panen perdana garam laut pekan lalu.
Namun panen perdana ini belum maksimal karena hanya 100 kg padahal seharusnya sampai 700 kg.
Penyuluh Perikanan Bantu, Kementerian Perikanan, Bahtiar saat dihubungi tribunkaltim. Co, Minggu 24/2/2019) menjelaskan, garam yang diproduksi KUB Harapan Baru ini merupakan percontohan dari Kementerian Kelautan.
Ia mengatakan bantuan tersebut diberikan sebesar Rp 14 juta.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut digunakan untuk membeli peralatan pembuatan kolam termasuk membenahi lahan yang digunakan untuk membuat kolam pembuatan garam
Untuk membuat garam lanjutnya, bersama KUB Harapan Baru membuat kolam penampungan 4x6 meter dengan tujuh unit kolam termasuk satu unit kolam untuk menampung air laut.
"Kemudian kolam lain ketinggian air laut yang diolah bervariasi. Tapi yang jelas ada kolam penampungan air laut, " ujarnya.
Bahtiar mengatakan bahwa panen perdana garam yang hanya 100 kg belum maksimal karena perhitungan sebelumnya mencapai 700 kg untuk satu kolam atau satu unit.
Ia mengatakan belum maksimalnya produksi ini disebabkan cuaca yang tak menentu.
• Edukasi Kesehatan Warga Sindang Sari Samarinda, Nutrifood Ajak Batasi Gula Garam dan Lemak
• Simak 5 Cara Mengusir Ular Jika Masuk ke Rumah, Ternyata Bukan Menaburkan Garam
• Daging Kurban Aslinya Menyehatkan, Tapi Waspadai Garamnya, Berbahaya!
• Usai Terima Bantuan Rp 100 juta, Alif, Bocah yang Makan Sahur dengan Garam itu Dikabarkan Hilang
"Kalau biasanya kan 12 hari sudah bisa panen, apalagi kalau musim panas seperti ibi bisa hanya seminggu sudah bisa panen. Kami akui bahwa potensi produksi garam di PPU cukup besar dan bisa dikembangkan, " ucapnya.
Untuk pemasaran, Bahtiar mengatakan warga tak merasa khawatir karena sejumlah usaha pembuatan ikan asin sudah siap menampung atau membeli garam produksi warga.
"Kalau harga Rp 2.000/kg dan hasilnya bisa mencapai 700 kg, maka 12 hari warga bisa mendapatkan hasil Rp 1,4 juta, itu baru satu unit bagaimana kalau lebih dari itu, " ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/petani-garam-di-ppu.jpg)