Ani Yudhoyono Sakit

Persahabatan SBY dan Xanana Gusmao Terjalin Erat, Lihat Caranya Perlakukan AHY saat Jenguk Ibu Ani

SBY tampak menyambut Xanana Gusmao saat tiba di rumah sakit. Keduanya pun saling berpelukan erat dan saling memukul punggung.

Persahabatan SBY dan Xanana Gusmao Terjalin Erat, Lihat Caranya Perlakukan AHY saat Jenguk Ibu Ani
Instagram
Pertemuan SBY dengan Xanana Gusmao saat menjeguk Ani Yudhoyono 

TRIBUNKALTIM.CO - Persahabatan antara Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyodo dengan Presiden pertama Timor Leste, Xanana Gusmao kembali terekam saat menjeguk Ani Yudhoyono di National University Hospital, Singapura, Minggu (24/2/2019).

SBY tampak menyambut Xanana Gusmao saat tiba di rumah sakit. Keduanya pun saling berpelukan erat dan saling memukul punggung.

Dikutip dari Wikipedia, Xanana Gusmao merupakan mantan gerilyawan yang menjabat Presiden Timor Leste yang pertama, menjabat pada 20 Mei 2002-20 Mei 2007.

 

Pertemuan SBY dengan Xanana Gusmao
Pertemuan SBY dengan Xanana Gusmao (Instagram)

Pada 6 Februari 2015, ia menyampaikan surat pengunduran diri dari posisi perdana menteri, dalam kerangka perombakan pemerintahan yang akan merampingkan kabinet.

 Pertemuan antara SBY dan Xanana diunggah Ani Yudhoyono di akun instagramnya, Senin (25/2/2019).

"Sebuah persahabatan tidak mengenal batas ruang dan waktu. SBY dan Bapak Xanana Gusmao mempunyai sejarah persahabatan yang cukup panjang, unik dan menarik. Kemarin beliau datang menjenguk saya di NUH, mendoakan untuk kesembuhan saya,"tulis Ani Yudhoyono di keterangan postingannya.

Pada 2005 lalu, SBY dan Xanana menandatangani deklarasi pembentukan Komisi Kebenaran dan Persahabatan.

Komisi ini dibentuk sebagai langkah penyelesaian masalah antara Indonesia dengan Timor Leste di masa lalu.

Dikutip dari Kemlu.go.id, Komisi ini menyelesaikan mandatnya dan menyerahkan Laporan Akhir kepada Kepala Negara/Pemerintahan kedua negara pada bulan Juli 2008.

Laporan Akhir tersebut berisi rekomendasi Komisi yang realistis dan konkrit serta bersifat inklusif, berwawasan ke depan; berdasarkan pada keadilan restoratif, serta dimaksudkan untuk memajukan persahabatan jangka panjang, rekonsiliasi dan mencegah berulangnya konflik dan kekerasan di masa datang.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved