Pilpres 2019

Polisi Pastikan 3 Tersangka Wanita Penyebaran SARA Masuk Bagian Relawan Pemenangan Prabowo-Sandi

Ketiganya kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, sudah ditetapkan sebagai tersangka pasca ditahan ‎sejak Minggu (24/2/2019) malam

Polisi Pastikan 3 Tersangka Wanita Penyebaran SARA Masuk Bagian Relawan Pemenangan Prabowo-Sandi
Instagram @indozone.id
Sebuah video berisikan dugaan kampanye hitam terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf, beredar di media sosial. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepolisidan dari Penyidik Polda Jabar memastikan tiga perempuan asal Kabupaten Karawang ber‎nama Engqay Sugiyanti, Ika Peranika dan Citra Widaningsih yang sudah ditetapkan tersangka kasus penyebaran SARA, merupakan bagian dari relawan pemenangan calon presiden Prabowo - Sandi.

"Hasil pemeriksaan memang benar, yang bersangkutan relawan emak-emak yang tergabung dalam Partai Emak-emak Prabowo - Sandiaga (Pepes)," ujar Direktur Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Samudi via ponselnya, Selasa (26/2/2019), dikutip dari Tribunnews.com. 

Ketiganya kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, sudah ditetapkan sebagai tersangka pasca ditahan ‎sejak Minggu (24/2/2019) malam.

Pemkot Balikpapan Buka PPPK Tahap II, Ini Tiga Formasi yang Dibuka 

Edarkan Narkoba Lintas Negara, Dua Tersangka Kurir Sabu Terancam Hukuman Seumur Hidup

Ini 5 Komisioner KPU Kaltara yang Baru, Pelantikan Bakal Digelar Siang Ini di KPU RI

Juru bicara tim Prabowo - Sandiaga, Andre Rosiade membenarkan bahwa ketiga emak-emak yang dijerat Pasal 28 ayat 2 Undang-undang ITE itu bagian dari relawan yang ‎tergabung dalam Pepes.

"Informasi, tiga orang ini memang bagian dari relawan Pepes. Tapi kami akan uji kebenaran apa yang terjadi karena selama ini relawan Pepes fokus sosialisasikan program Pak Prabowo-Sandi soal ekonomi, lapangan pekerjaan, sembako murah dan itu ternyata efektif. Nah tiba-tiba ada video viral itu, ini mengagetkan karena itu bukan cara kerja tim kami," ujar Andre.

Pihaknya menyayangkan terjadinya kasus itu. Tim Prabowo mengakui ada program sosialisasi door to door ke rumah warga, menyampaikan program Prabowo-Sandi.

"Tapi tidak pernah memerintahkan untuk sosialisasi seperti itu. Tentu kami sangat menyayangkan sekali," ujar dia.

Sebelumnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (25/2/2019), media sosial dihebohkan terkait dugaan video kampanye hitam Jokowi-Maruf. 

Ditelusur, sebuah video viral berisikan dugaan kampanye hitam terhadap pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin beredar di media sosial pada Minggu (24/2/2019).

Awalnya video ini diunggah oleh salah satu pengguna Twitter, Citra Wida, @citrawida5, dan kemudian viral juga di media sosial.

Halaman
123
Editor: Anjas Pratama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved