Praktek Pengetapan BBM Subsidi di Balikpapan, Polisi Bakal Periksa Owner dan Petugas SPBU

"Jelas kami kembangkan, periksa owner atau karyawan SPBU-nya. Harusnya tahu itu melanggar UU. Kami akan periksa lebih lanjut," tegasnya.

Praktek Pengetapan BBM Subsidi di Balikpapan, Polisi Bakal Periksa Owner dan Petugas SPBU
TRIBUN KALTIM/ARIS JONI
Suasana antrean BBM di salah satu SPBU di Kota Balikpapan. 

Dari pengakuan sang sopir, ia mengisi solar tak hanya di 1 SPBU di Balikpapan. Hampir semua SPBU di Balikpapan pernah ia sambangi. Diduga pelaku kongkalikong dengan pihak SPBU demi memuluskan perbuatan ilegalnya.

"Dari keterangannya, dia bilang kasih fee setiap berhenti. Orang SPBU sudah ngerti dia datang. Ini masih kembangkan, berapanya masih kita dalami," bebernya.

Saat ditanya sudah berapa lama ia melakukan pengetapan solar subsidi menggunakan kendaraan yang dimodifikasi dapat menampung solar ribuan ton, kepada petugas Andi mengaku belum genap setahun melakukan hal tersebut.

Dulunya diketahui ia kerja jadi supir tangki. Inisiatif ia beli kendaraan sendiri, lalu melakukan pengetapan BBM. Yang kemudian menjualnya sendiri di kawasan Samboja Kilometer 26.

"Sejak jadi supir tangki sudah kenal, mungkin, jadi gak kesulitan komunikasi dengan petugas SPBU," ungkapnya.

Pelaku menjual BBM tersebut di kawasan dekat dengan tempat tinggalnya. Pelaku dijerat pasal 55 UURI Nomor 22 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman hukuman penjara di atas 7 tahun. (*) 

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved