Sidang Kasus Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, Nakhoda MV Ever Judger Dituntut 10 Tahun Penjara

Sidang Kasus Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, Nakhoda MV Ever Judger Dituntut 10 Tahun Penjara

TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Usai menetapkan kapal kargo batu bara MV Ever Judger sebagai barang bukti penyidikan kasus pencemaran lingkungan Teluk Balikpapan, Kepolisian rencananya bakal segera melakukan gelar perkara. 

Sidang Kasus Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, Nakhoda MV Ever Judger Dituntut 10 Tahun Penjara

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Nakhoda kapal MV Ever Judger, Zhang Deyi (50) dituntut 10 tahun pidana penjara. Hal itu dikemukakan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang tuntutan, Senin (25/2/2019) di Pengadilan Negeri Balikpapan.

Dalam sidang pembacaan tuntutan kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan yang menewaskan 5 orang warga, tim jaksa Kejari Balikpapan, Ita dan Rahmi dipersilakan majelis hakim membacakan tuntutannya secara ringkas.

Usai menghadirkan 28 saksi dan 9 ahli dalam persidangan, dimana salah satu diantaranya menyebut terdakwa selaku pemimpin tertinggi di kapal MV Ever Judger harus bertanggungjawab penuh lantaran jadi penyebab utama bocornya pipa bawah laut Pertamina di Teluk Balikpapan, karena dihantam jangkar kapal.

Dibeber jaksa Ita di hadapan Majelis Hakim, hal yang memberatkan terdakwa, di antaranya 5 orang meninggal dunia, mencemarkan lingkungan, merusak hutan mangrove hingga membuat Pertamina mengalami kerugian.

Ketua FFKPB Balikpapan Mengimbau Anggotanya Tidak Membawa Politik ke Dalam Paguyuban

Antrean Solar Masih Terlihat di Balikpapan, Pemkot Akui Tak Melarang SPBU Beroperasi 24 Jam

Sementara hal yang meringankan terdakwa, sikap kooperatif dalam persidangan. Berdasarkan Pasal 98 ayat 1, 2 dan 3 junto Pasal 99 ayat 1,2 dan 3 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka terdakwa dituntut hukuman 10 tahun penjara dan denda 15 Milyar, subsider 1 tahun.

"Kami memberi waktu 7 hari kepada terdakwa menuliskan nota pembelaan, boleh secara langsung, boleh melalui kuasa hukum,” ujar Ketia Majelis Hakim, Kayat, usai mendengar tuntutan jaksa dilanjutkan dengan menutup sidang. Sidang dengan agenda pledoi akan digelar pada 4 Maret mendatang.

Untuk diketahui, tumpahan minyak mentah terjadi di perairan Teluk Balikpapan pada 31 Maret 2018. Lima nyawa melayang akibat terbakarnya tumpahan minyak tersebut, yakni Agus Salim (42), Wahyu Gusti Anggoro (27), Imam Nur Rohim (42), Suyono (55), dan Sutoyo (42).

Kebocoran minyak terjadi diduga akibat patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe di Penajam Paser Utara ke kilang Balikpapan. Lantaran dihantam jangkar Kapal MV Ever Judger.

Peserta Pawai Budaya HUT Kota Balikpapan Berjalan Kaki Sejauh 2 Kilometer

KPU Imbau Warga Balikpapan untuk segera Mengurus KTP-el Karena Tak Punya KTP-el Tak Bisa Mencoblos

Usai keluar dari ruang sidang Kartika, terdakwa menutup wajahnya. Pria berusia 50 tahun itu menolak memberi keterangam kepada awak media. “No. Terima kasih,” katanya sambil berjalan menuju sel tahanan sementara PN Balikpapan.

Kuasa hukum Zhang, Beni menyebut tetap melakukan upaya vonis bebas dan tidak bersalah terhadap kliennya. “Semua akan kami ungkapkan dalam pledoi. Kami diberi kesempatan seminggu,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved