Bupati Malinau Rela Lahannya Dipinjam Buat Garap Sawah Padi

Bupati Yansen siap memindamjan lahan untuk buat sawah di Malinau demi kesejahteraan warga di Malinau, Kalimantan Utara atau Kaltara. Seperti ini dia.

Bupati Malinau Rela Lahannya Dipinjam Buat Garap Sawah Padi
Tribunkaltim.co/Purnomo Susanto
Seorang petani di Malinau mengangkut gabah hasil panen. Tahun 2019, Jalan Tani di 5 kecamatan sekitaran pusat pemerintahan Kabupaten Malinau akan diperbaiki. 

Keinginan tersebut terlontar saat menyampaikan materi di depan 60 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) bidang pertanian.

Bupati Yansen mengaku tidak menginginkan laporan hanya soal tersedianya kebutuhan pangan masyarakat Malinau.

Laga Uji Coba Babak Pertama, Persiba Unggul 2-0 Atas Pertamina MOR VI

Persib Bandung vs PS Tira Persikabo - Jokowi Tak Hadir Dalam Pembukaan Piala Presiden 2019

Dia menginginkan laporan telah ada beras petani dijual ke luar Malinau.

"Sesuai laporan, kebutuhan pangan kita sudah tercukupi untuk tahun 2019 ini. Tapi, bukan itu saja keinginan saya. Saya ingin, ada laporan ke meja saya bahwa berapa puluh ton beras yang dihasilkan para petani di Malinau dijual ke luar Malinau. Sebab, tujuan program unggulan kami Beras Daerah (Rasda) adalah mensejahterakan petani," tuturnya.

Soal terpenuhinya pangan pada tahun-tahun mendatang, sempat dilontarkan Bupati.

Namun, langsung dijawab oleh Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kristian Muned.

Dia mengungkapkan, kebutuhan pangan tahun ini dan tahun mendatang telah terpenuhi. Sebab, kebanyakan petani di Malinau menggunakan hasil pertaniannya untuk kebutuhannya sehari-hari.

Bawa Pil Merah Muda Bentuk Instagram, Remaja di Samarinda Ini Harus Berurusan dengan Kepolisian

Pengganti Wabup Paser Almarhum HM Mardikansyah Akan Diumumkan Dalam Rapat Paripurna DPRD

"Kita harus mengubah karakter petani kita. Yang awalnya hanya bisa berladang di area perbukitan, kita arahkan kepada sistem bertani sawah yang lebih menghasilkan dan menjanjikan," ujar Bupati Yansen

Sebab, tambah dia, kalau bertani di ladang itu selain hasilnya tidak banyak. "Hanya cukup dimakan sehari-hari saja, waktu memanennya pun cukup lama. Bisa satu tahun sekali," beber Bupati Yansen.

Dua Pemain Timnas Indonesia U-22 Naik Pangkat Usai Rebut Piala AFF U22 2019

Mengenal Ikan Belida yang Sering Menjadi Bahan Baku Pembuatan Amplang

Bupati Yansen menyebutkan, potensi keuntungan dalam bidang pertanian sangat terbuka lebar.

Halaman
123
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved