Tunjangan Profesi Bakal Dihapus tahun 2019, Guru di Kota Ini Keberatan dan Akan Gelar Aksi Demo

Penghapusan tunjangan profesi ini harus dilakukan karena para guru tersebut sudah menerima tunjangan sertifikasi.

Penulis: Doan Pardede | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNNEWS
Ilustrasi - guru mengajar 

TRIBUNKALTIM.CO - Ribuan guru sertifikasi di Kota Pekanbaru terancam tak lagi menerima tunjangan profesi.

Penghapusan tunjangan profesi bagi guru sertifikasi ini harus dilakukan seiring dengan terbitnya Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru Nomor : 9 tahun 2019.

Pada Pasal 9 ayat 8 Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru Nomor : 9 tahun 2019 tersebut, disebutkan bahwa guru bersertifikasi tidak memperoleh tunjangan profesi.

Pemerintah Kota Pekanbaru beralasan bahwa para guru sudah memperoleh tunjangan sertifikasi.

Dilansir oleh pekanbaru.tribunnews.com, Belasan orang guru mendadak datang ke Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (28/2/2019) siang.

Mereka ditemui oleh perwakilan Komisi III.

Mereka adalah guru SD dan SMP di Kota Pekanbaru.

Mereka menyampaikan aspirasi terkait single salary atau gaji tunggal yang belum dibayarkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kepada mereka.

Belum Mendapat Sertifikasi Internasional Pemprov Batalkan Pembelian Pesawat N-219

Pengamat: Kinerja Guru Sertifikasi dan Belum Sertifikasi Sama Saja

Mereka pun menuntut agar dewan punya solusi atas permasalahan itu.

Mereka menyampaikan bahwa kedatangan mereka mewakili guru di Pekanbaru.

Disebutkan, ada 4.000 orang guru mengajar di SD dan SMP yang menanti gaji tunggal tersebut.

Para guru merasa keberatan dengan kebijakan itu.

Mereka masih memperoleh tunjangan profesi pada tahun 2018.

Jumlah tunjangan yang diterima guru bersertifikasi senilai Rp 1 Juta.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved