Gubernur Isran tak Menunjuk Tim Khusus, Proyek Kereta Api Diawasi Tim Kerja dari Pusat

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong menuturkan tidak ada instruksi khusus dari Gubernur Isran terkait percepatan proyek kereta api

Gubernur Isran tak Menunjuk Tim Khusus, Proyek Kereta Api Diawasi Tim Kerja dari Pusat
scoopwhoop.com
Ilustrasi - Rel kereta api 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Proyek Kereta Api Borneo dipastikan berlanjut, usai delegasi Rusia menyatakan komitmennya di hadapan Gubernur Kaltim Isran Noor dalam pertemuan di Jakarta, Jumat (1/3) lalu. Pemerintah pusat ikut turun tangan mendorong percepatan pembangunan rel kereta api di Kalimantan.

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong menuturkan tahapan awal, tidak ada instruksi khusus dari Gubernur Isran terkait percepatan proyek tersebut. Bahkan Gubernur tak menunjuk tim khusus yang akan mengawal keseriusan investor Rusia berinvestasi.

Pemerintah pusat yang akan turun langsung mengawasi progres kereta api Borneo dengan membentuk tim kerja.

TP-PKK Kubar Gelar Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja, Ini Hasilnya

"Untuk tim khusus dari Gubernur itu tidak ada. Tapi kalau tim kerja itu ada, dan ini dibentuk pemerintah pusat. Tim kerja terdiri dari pusat yang diwakili Kementerian Perhubungan, Kementerian Perekonomian, Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Pemprov Kaltim, Kalteng, Kalbar," ungkapnya di Samarinda, Senin (4/3).

Menurut Salman tim kerja bertugas mendorong percepatan pembangunan dalam bentuk mempercepat proses perizinan yang dibutuhkan investor Rusia untuk membangun rel kereta api.

Ia juga mengaku tak bisa memprediksi kapan Rusia mulai menyelesaikan perizinan hingga membangun rel. Salman menilai kereta api Borneo termasuk proyek jangka panjang yang perlu kajian mendalam serta tahapan yang berlanjut.

Sementara, Direktur Utama Perusda Melati Bhakti Satya (MBS), Agus Dwitarto menilai masuknya Provinsi Kalteng dan Kalbar dalam megaproyek ini menandakan pemerintah pusat telah merestui keseriusan Rusia berinvestasi di Kalimantan.

Ia memprediksi bakal terjadi perubahan dalam pengelolaan Kereta Api Borneo. Agus menilai nantinya proyek ini tak hanya melibatkan Russian Railways selaku BUMN milik Rusia. Tapi juga ada join antara perusda masing-masing provinsi.

Vietnam Bakal Turunkan 7 Pemain Timnas Senior pada Kualifikasi Piala Asia U-23

Berdampak Positif
Pembangunan jalur kereta api di Kaltim oleh Russian Railways bakal berdampak positif bagi perekonomian Kaltim di masa datang. Selain investasi porsi jumbo, pembangunan jalur kereta api akan memerlancar arus penumpang dan barang. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Muhamad Nur, Senin (4/3).

"Kalau ini terealisasi akan sangat baik untuk ekonomi Kaltim. Selain karena investasi masuk, juga akan memerlancar transportasi untuk orang dan barang," kata Nur.

Adanya moda transportasi baru, akhirnya akan menciptakan efisiensi. Biaya logistik akan semakin murah. Tidak hanya itu, investasi juga diyakini akan menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim. "Pasti akan berpengaruh juga pada hilirisasi industri di Kaltim," katanya lagi.

Nur juga menilai, kekhawatiran akan adanya pengerukan sumber daya alam secara massif, lantaran arus transportasi semakin mudah, tak perlu terjadi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang mendukung kelancaran transportasi, lebih banyak mendatangkan manfaat dibandingkan dampak negatif, bagi perekonomian.

Sudah Bicara dengan Kolev, Ini Alasan Simon McMenemy Pilih Febri Hariyadi Gantikan Riko Simanjuntak

"Kelancaran transportasi ini banyak kebaikannya. Di banyak negara, memang ini (kelancaran transportasi) yang dikejar. Tidak perlu khawatir," jelas Nur.

Meski demikian, Pemprov Kaltim, perlu mengatur agar sumber daya alam Kaltim, bisa diekspor dalam bentuk barang jadi. Bukan bahan mentah seperti yang terjadi selama ini. "Barang yang diekspor mentah atau jadi, itu tergantung aturan pemerintah," tutur Nur.

Diketahui, Pemprov Kaltim yang dipimpin langsung oleh Gubernur Isran Noor, kembali bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, beserta Russian Railways. Pertemuan tersebut menyepakati Rusia tetap akan melanjutkan megainvestasi senilai Rp 70 triliun, yang sempat stagnan di Kaltim. (dmz/rad)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved