Korupsi Lahan Bontang Seret Tersangka Baru, Berperan Sebagai Broker, Beli Tanah di Atas Harga Wajar

Kasus korupsi pengadaan lahan bangunan di Kota Bontang untuk tahun anggaran 2012 menyeret tersangka baru.

Korupsi Lahan Bontang Seret Tersangka Baru, Berperan Sebagai Broker, Beli Tanah di Atas Harga Wajar
HO Kasi Pidsus
Tersangka Sayid Husen Assegaf digiring Kejaksaan untuk menjalani masa kurungan penjara selama 20 hari kedepan hingga proses penuntutan di pengadilan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Kasus korupsi pengadaan lahan bangunan di Kota Bontang untuk tahun anggaran 2012 menyeret tersangka baru.

Nama tersangka baru tersebut Sayid Husen Assegaf. Ia berperan sebagai broker atau perantara pembelian lahan senilai Rp 18 miliar.

Sayid menyusul dua pejabat Pemkot Bontang yang lebih dulu ditahan pihak berwenang akibat perkara ini. Sayid ditahan di Rutan Kelas II Samarinda hingga 20 hari kedepan.

Ini Delapan Fakta Visi Misi Pemkot Balikpapan, Kota Layak Huni hingga Pelayanan Tata Kola yang Baik

Karhutla Landa Wilayah Perbatasan, Prajurit TNI Padamkan Api Dengan Semprotan Rumput

Prakiraan Cuaca BMKG di Balikpapan Selasa (5/3/2019), Potensi Hujan Deras, Waspada Gelombang Tinggi 

Penahanan tersangka harus dilakukan oleh petugas karena dikhawatirkan tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

“Setelah proses P-21 selesai, sekarang sudah tahap II oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) kami diserahkan tersangka oleh penyidik berikut dengan alat buktinya,” ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bontang, Yudo Adiananto kepada tribunkaltim.co, Selasa (5/2/2019).

Kasi Pidsus Yudo mengatakan, modus operandi pelaku pada kasus ini dengan cara membeli tanah dengan harga jauh dari nilai wajar. Selain itu, pelaksanaan pengadaan lahan ini tak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penggemar TXT, Wajib Tahu Lagu Andalan Mereka CROWN, Ini Liriknya 

Link Live Streaming PSS Sleman vs Madura United Piala Presiden 2019, Tanding Pukul 15.30 WIB 

Di Samarinda ada 7 Polsek untuk Layani Masyarakat, Simak Alamat, Fungsi dan Nomor Teleponnya

Akibat perbuatan pelaku bersama-sama, negara dirugikan sebesar Rp 7 miliar dari proyek pengadaan ini.

Tersangka akan menjalani masa kurungan hingga proses peradilan dilakukan. Pararel dengan itu, jaksa tengah menyiapkan berkas penuntutan kepada tersangka.

Untuk informasi, proyek pengadaan lahan untuk bangunan seni dan autis center tahun anggaran 2012.

Proyek ini telah menyeret dua orang pejabat, yakni Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Bontang Noorhayati dan Pejabat Pelaksanaa Teknis Kegiatan, Dimas.

Keduanya pernah ditahan di Rutan Kelas II Samarinda. Namun sekarang masa penahanannya ditangguhkam hingga proses hukum berkekuatan tetap (inkcraht). (*) 

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved