Pilpres 2019

Wapres Jusuf Kalla: Sebaiknya Kartu Pra Pekerja Dikaji Ulang

Penggunaan kartu untuk penggangguran itu cocok jika diterapkan di negara maju, mengingat negara itu memiliki anggaran besar dan berpenduduk sedikit.

Wapres Jusuf Kalla: Sebaiknya Kartu Pra Pekerja Dikaji Ulang
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kebijakan memberikan kartu sakti Pra Pekerja oleh calon presiden Jokowi seharusnya dipertimbangkan kembali secara matang.

Ia beralasan, penggunaan kartu untuk penggangguran itu cocok jika diterapkan di negara maju, mengingat negara-negara itu memiliki anggaran besar dan berpenduduk sedikit.

Berbeda dengan Indonesia, ujar JK, penerapan kartu Pra Pekerja sukses diterapkan di negara-negara seperti di Amerika, Kanada, maupun Australia.

"Tapi itu biasanya terjadi kalau negara itu maju tapi penduduknya tidak banyak," tutur dia.

Saat disinggung terkait anggaran kartu sakti tersebut, JK menegaskan, pos anggaran tahun 2019 telah penuh dan hal itu bisa dilakukan pada tahun anggaran berikutnya.

Baca juga:

Performa Real Madrid Tak Apik di Kompetisi Domestik, 5 Pemain Siap-siap Angkat Kaki?

Partai Demokrat Segera Berikan Keputusan terhadap Andi Arief, Sandiaga Uno Doakan yang Terbaik

Ini Penjelasan Polda Gorontalo soal Viral Curhatan Norman Kamaru tentang Pemecatannya dari Polri

Running Text Puskesmas Ajak Pilih Prabowo dan Unsubscribe Atta, Kadis Kesehatan Buka Suara

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved