Dampingi ASN yang Tersangkau Kasus Dugaan Korupsi, Pemkot Bontang Sewa Tiga Pengacara

Perkara dugaan korupsi pengadaa lahan tahun anggaran 2012 menyeret dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bontang.

Dampingi ASN yang Tersangkau Kasus Dugaan Korupsi, Pemkot Bontang Sewa Tiga Pengacara
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Perkara dugaan korupsi pengadaa lahan tahun anggaran 2012 menyeret dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bontang. Kedunya adalah Kabag Pemerintahan Pemkot Bontang, Nur dan Kasi Pertanahan di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (DPKP2) Bontang, DS.

Pemkot Bontang pun menyediakan pengacara untuk mendampingi kedua ASN tersebut selama menjalani proses hukumnya. Hal itu diungkapkan Kasubag Hukum Pemkot Bontang, Andi Kurnia saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (5/3).

"Kita ada pengacara yang sudah disewa oleh pemerintah, yakni Dr Lily, Magdalena dan Ali Imran," ujar Andi Kurnia.

Kasus Lahan Autis Centre Bontang Seret Tersangka Baru, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka

Ketiga advokat tersebut sudah mendampingi dua ASN yang terseret kasus sejak perkara dugaan korupsi ini naik ke tahapan penyidikan. Bantuan hukum yang diberikan dilakukan pada saat proses penyidikan, sebab pada tahap penyelidikan (belum penetapan tersangka) kasus ini dianggap belum membutuhkan pendampingan hukum.

Andi Kurnia menambahkan, pihaknya rutin mengikuti persidangan dua ASN tersebut. Beberapa kali persidangan, ia selalu mengikuti jalannya sidang. Namun, pada sidang terakhir dengan agenda replik ia luput mengikuti. "Saya sering ikuti persidangannya di Pengadilan Tipikor Samarinda," katanya.

Jelang Laga PSG vs Man United, Solskjaer Tolak Kibarkan Bendera Putih

Sementara itu, Nur dan DS saat ini menjalani tahanan kota setelah keduanya sempat ditahan di Rutan Kelas II Samarinda. Kejaksaan Negeri Bontang meminta penahanan kepada kedua terdakwa karena beberapa pertimbangan, di antaranya tuntutan hukuman di atas 5 tahun, serta khawatir melarikan diri, dan menghilangkan barang bukti.

"Ada beberapa pertimbangan saat itu, salah satunya efektivitas jalannya persidangan," ujar Kasi Pidana Khusus Kejari Bontang Yudo Adiananto.

Yudo mengatakan, penangguhan tahanan kepada keduanya berdasarkan putusan Majelis Hakim Tipikor. Majelis mempertimbangkan permohonan dari kedua terdakwa. Maka dari pertimbangan tersebut, hakim melakukan penetapan supaya keduanya menjalani masa tahanan kota hingga putusan berkekuatan hukum tetap.

VIDEO - Gebyar UMKM di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Ini Kesan Pelaku UMKM

Penetapan tahanan kota diberikan pada Februari kemarin. Kini keduanya diwajibkan lapor setiap hari ke Kejari Bontang. (m09)

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved