Belajar dari Kasus Titi Wati dan Arya Permana, 3 Solusi Ini Layak Dipertimbangkan Penderita Obesitas

Apabila tidak ditangani atau mendapat intervensi medis yang tepat, obesitas bisa menimbulkan risiko komplikasi berbagai penyakit, bahkan kematian.

Penulis: Doan Pardede | Editor: Syaiful Syafar

TRIBUNKALTIM.CO - Tahun 2018 lalu, dua kasus obesitas yang terjadi di Indonesia cukup menyita perhatian publik.

Pertama kasus Arya Permana, bocah dari Karawang yang mengalami obesitas dan memiliki berat badan mencapai 192 kilogram.

Dengan menjalani pola hidup sehat dan operasi penyempitan lambung, Arya Permana akhirnya berhasil menurunkan berat badan hingga mencapai 90 kilogram.

Selain Arya Permana, juga ada kasus Titi Wati yang berumur 36 tahun, yang memiliki berat badan hingga 350 kilogram

Meski sempat ragu untuk menjalankan operasi, Titi Wati akhirnya mau menuruti saran dokter.

Dilansir oleh Banjarmasinpost.com, setelah dilakukan perundingan akhirnya Titi Wati dan pihak keluarga sepakat menurunkan berat badan dengan melakukan operasi.

Operasi pemotongan lambung atau pengecilan lambung yang akan dilakukan oleh belasan dokter ahli yang didatangkan dari Bali dan dokter ahli dari Kalteng.

Titi sendiri saat ditanya terkait kesiapan dia dalam menghadapi operasi tersebut menyatakan siap saja.

Itu semua berkat dukungan keluarga yang siap memberikan semangat agar bisa kembali beraktivitas.

"Saya siap saja, dilakukan operasi, surat pernyataan sudah ditandatangani, saya sudah siap lahir dan bathin untuk ikut operasi yang akan dilakukan dokter. "Saya minta doanya kepada semua, agar selama menjalani operasi diberikan kekuatan dan kesabaran hingga bisa pulih," ujarnya.

Dilansir oleh Grid.ID, apabila tidak mendapatkan penanganan atau intervensi medis yang tepat, maka obesitas bisa menimbulkan risiko komplikasi berbagai penyakit, bahkan kematian.

Ada berbagai cara untuk menghindari obesitas, pada umumnya adalah mengatur gaya hidup dan pola makan.

Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat tinggi dalam tubuh sehingga berat badan tubuh melonjak naik di atas berat badan ideal.

Metamorfosa Arya Permana, Bocah Mantan Obesitas Pengagum Roberto Firmino dan Persib Bandung

Ingat Arya Permana Si Bocah Obesitas? Berat Badannya Turun 70 Kg, Kini Dilatih Ade Rai Loh!

Menurut Dr. Handy Wing, Sp.B., FBMS., FINACS., FICS, spesialis bedah dari RS Omni, Alam Sutera Tangerang, pengobatan obesitas sendiri dapat ditangani dengan 3 solusi berikut:

1. Diet, Olahraga, Mengubah Kebiasaan
Dengan mengatur gaya hidup, termasuk mengatur pola makan, diet, olahraga, dan menghindari kebiasaan buruk yang memicu kelebihan berat badan, maka bisa menurunkan berat badan hingga 10 persen.

Namun, tidak efektif untuk jangka panjang, hanya 5 persen dari keseluruhan yang berhasil mempertahankan berat badan ideal.

“Ada efek yoyo pada tahap ini, maka sering gagal,” jelas Dr. Handy.

2. Obat-obatan Penurun Berat Badan
Menurut Dr. Handy, konsumsi obat penurun berat badan ini akan diperlukan apabila tahap pertama gagal.

Namun, obat-obatan yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang tentunya akan memiliki efek samping pula.

Sementara itu, obat-obatan juga tak cukup efektif mengurangi berat badan apabila tak diimbangi dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat.

Ingat Arya Bocah Obesitas yang Pernah Viral hingga Mancanegara? Kini Ia Berubah, Sudah Bisa Berlari

16 Dokter Dikerahkan Tangani Titi Wati, Penderita Obesitas Asal Palangkaraya

3. Bedah
Saat ini berbagai macam bedah bisa dilakukan untuk mengurangi berat badan berlebih.

Salah satunya adalah bedah bariatrik yang cukup efektif menurunkan kelebihan berat badan.

Bedah bisa mengurangi 55 persen hingga 75 persen kelebihan berat badan.

Tindakan bedah akan dilakukan apabila diet dan olahraga tak lagi efektif bagi pasien dengan obesitas tingkat parah.

Akan dibutuhkan prosedural khusus untuk melakukan tindakan bedah, yang membutuhkan berbagai pertimbangan yang disesuaikan kebutuhan fisik pasien.

“Risiko komplikasi dari prosedur bedah pun juga hampir tidak ada,” tutup Dr. Handy.(*)

Arya Permana
Arya Permana (Barcroft)

Dirangkum dari laman Boldsky.com, berikut 6 tanda peringatan seseorang menuju obesitas.

1. Napas pendek dan sesak napas

Jika kamu merasa sulit bergerak, malas, dan mudah lelah mungkin itu tanda-tanda kamu menjadi gemuk.

Orang gemuk terlihat memiliki tumpukan lemak di leher yang menyulitkan udara keluar dan masuk paru-paru.

Itulah sebabnya, dokter akan menyarankan orang yang gemuk supaya aktif bergerak dan rutin olahraga untuk mengatur pernapasan.

2. Nyeri punggung

Nyeri punggung adalah tanda pertama obesitas.

Struktur kerangka manusia sedemikian rupa dimaksudkan untuk menopang berat tubuh.

Ketika punggung mendapat tekanan yang lebih besar (melebihi batas) maka dapat menimbulkan rasa sakit.

3. Malas pergi ke luar

Orang gemuk biasanya cenderung kurang aktif dan malas beraktivitas.

Mereka pun lebih senang menghabiskan waktu di rumah, makan cemilan atau menikmati sandwich di depan layar.

Buat kamu traveler yang sudah mulai merasa malas jalan-jalan atau sekedar mager (males gerak), sebaiknya mulai perhatikan berat badanmu.

4. Varises vena

Ketika dinding pembuluh darah melemah, terjadi pelebaran pembuluh darah itu sendiri.

Rupanya ini sangat tidak sehat karena mempengaruhi kekuatan tubuh secara keseluruhan.

Sacara eksternal, tanda varises terlihat ketika muncul pembuluh darah ungu atau biru yang dikelilingi oleh kapiler merah.

5. Mendengkur

Sekilas mendengkur bukan masalah kesehatan serius, sehingga tidak terlalu membuatmu khawatir.

Faktanya, orang gemuk lebih sering tidur mendengkur.

Bertambahnya berat badan secara tiba-tiba bisa meningkatkan risiko apnea tidur obstruktif.

6. Siklus haid yang tidak beraturan

Obesitas mempengaruhi siklus reproduksi wanita dan masa haid mereka dengan pola tidak teratur.

Lapisan lemak berlebih di tubuh bisa mengganggu keseimbangan hormonal yang bisa menyebabkan haid terjadi lebih awal atau terlambat dari jadwal.

(Tribunkaltim.co/Doan Pardede)
Jangan lupa follow Instagram tribunkaltim:

Subscribe Youtube Channel tribunkaltim.co di bawah ini:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved