Ilegal tapi Dibutuhkan, Ini Suara Asosiasi Pengecer BBM di Kaltim, Minta Disebut Sebagai UMKM

"Kami ini bisa dibilang UMKM, karena turut berperan menopang ekonomi masyarakat," ucapnya.

Ilegal tapi Dibutuhkan, Ini Suara Asosiasi Pengecer BBM di Kaltim, Minta Disebut Sebagai UMKM
Tribunkaltim.co/ Fachri Ramadhani
Ketua Asosiasi Penjual Eceran Minyak (APEM) Kalimantan, Mas Harianto saat berbincang pada Kamis (7/3/2019) di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Saat bahan bakar kendaraan habis dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tutup, pengendara khususnya roda dua terselamatkan oleh para Pengecer BBM di pinggir jalan.

Kehadiran mereka acap kali jadi dewa penyelamat pengendara yang tak kebagian BBM di SPBU.

Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di daerah pelosok yang jauh dari perkotaan.

Dosen UNJ Sahabat Rocky Gerung Ditangkap Polisi, Diduga Langgar UU ITE di Aksi Kamisan

Live Streaming Babak 16 Besar All England 2019 Kamis (7/3/2019),Jonatan Christie vs Kidambi Srikanth

Namanya Menggebrak, Ini Profil Donald Sihombing, Pria Medan Masuk Daftar Orang Terkaya di Indonesia

Untuk menyalakan kendaraan mereka. Mengangkut hasil kebun atau sekadar pergi ke pasar. Harapan mereka bergantung pada para Pengecer BBM. Lantaran jarak SPBU begitu jauh dari kampung mereka.

Banyak kisah yang Tribunkaltim.co dengar dari Ketua Asosiasi Penjual Eceran Minyak (APEM) Kalimantan, Mas Harianto saat berbincang pada Kamis (7/3/2019).

Dirinya menyadari stigma negatif melekat kepada para penjual eceran minyak. Lantaran dianggap ilegal. Namun cap minor tersebut hanya keluar dari segelintir kalangan saja. Namun fakta di akar rumput, masyarakat begitu membutuhkan kehadiran para pengecer.

"Sekarang ini dibilang ilegal, tapi sangat dibutuhkan masyarakat khususnya di pelosok. Di kota saja (pengecer) dibutuhkan, karena SPBU di Balikpapan, belum bisa menyuplai dengan maksimal," katanya.

Para pengecer BBM ini khawatir sewaktu-waktu aparat penegak hukum melakukan penindakan. Niat membantu urusan perut masyarakat pinggir dan pelosok sirna. Namun, konsekuensi itu disadari benar oleh para pengecer.

"Mereka sadar melanggar, tapi mereka mohon, mereka juga usaha cari piring nasi. Yang penting tak menyalahgunakan BBM saja. Apalagi jenis solar (subsidi) silakan ditindak. Kami bahkan akan mendukung dan membantu," tegasnya.

Link Live Streaming Persib Bandung vs Persebaya Surabaya, Tanding Sore Nanti Kamis (7/3/2019) 

Fakta Olga Ladyzhenskaya yang Nangkring di Google Doodle Hari Ini, Ortunya Dicap Musuh Negara

Sebab itu, baru-baru ini para pengecer di Kalimantan Timur bergeliat. Mereka berserikat membuat suatu perhimpunan. APEM Kalimantan jadi wadah bagi para pengecer BBM di Kalimantan.

Mas Harianto menyebut ada sekitar 50 pengecer yang terdaftar namanya ambil bagian. Tersebar di beberapa perwakilan wilayah, mulai dari Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Bontang dan Sangata. Tak hanya pengecer konvensional, APEM juga mewadahi pelaku usaha Pom Mini.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved