Gunakan Dana PSDH, Pemkab Berau Lengkapi Damkar di Tiap Kecamatan

Gunakan Dana Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH), Pemkab Berau Lengkapi Damkar di Tiap Kecamatan

Gunakan Dana PSDH, Pemkab Berau Lengkapi Damkar di Tiap Kecamatan
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Pemkab Berau mulai melengkapi unit-unit pemadam kebakaran (damkar) di setiap kecamatan. Saat ini sudah ada 12 unit water tank di halaman kantor BPBD Berau. 

Gunakan Dana PSDH, Pemkab Berau Lengkapi Damkar di Tiap Kecamatan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Setelah mengendap selama puluhan tahun, dana Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) yang jumlah mencapai lebih dari Rp 360 miliar itu, akhirnya bisa dimanfaatkan.

Selama ini dana PSDH tidak bisa digunakan lantaran birokrasi yang berbelit-belit. PSDH hanya bisa digunakan untuk memperbaiki lahan-lahan kritis. Agar dana tersebut tidak terus mengendap, Pemkab Berau telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, agar bisa menggunakan dana PSDH untuk mencegah dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Permintaan itu disetujui. Mulai tahun 2018 lalu, Pemkab Berau mulai melengkapi unit-unit pemadam kebakaran (damkar) di setiap kecamatan. "Untuk mendukung unit damkar itu, perlu truk-truk water tank (tangki air). Mobil pemadam tanpa suplai air tidak akan maksimal," kata Darno, Kasi Kedaruratan dan Operasional Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Rabu (6/2/2019) lalu.

KPU Berau Serahkan ke PT Pos Indonesia untuk Distribusikan Logistik Pemilu ke TPS

Pengedar dan Bandar Sabu Melalui Berau Terancam Hukuman Mati

Saat ini sudah ada 12 unit truk tangki yang masing-masing berkapasitas 5.000 liter itu, terparkir di halaman kantor BPBD Berau. Darno mengatakan, 12 unit truk tangki tersebut memang belum diserahkan ke masing-masing kecamatan, karena masih menunggu pembangunan posko damkar di setiap kecamatan selesai.

Ditambahkannya, dari 12 unit tersebut akan dibagikan ke seluruh kecamatan. "Kecuali Kecamatan Maratua, karena di sana hutanya tidak banyak, pulaunya saja kecil," kata Darno pada Tribun Kaltim.

Selain itu, di Pulau Maratua juga sudah terdapat bandara, yang di dalamnya termasuk unit damkar. "Ada tiga unit damkar di Bandara Maratua, jadi cukup, bahkan jauh lebih ideal dibanding kecamatan lainnya. Hutannya sedikit, pulaubyang tidak terlalu luas dan ada tiga unit damkar. Lengkap dengan personel yang terlatih," jelasnya.

Masyarakat Berau Diimbau Tidak Membakar Lahan dan Hutan saat Berladang

BNK Berau Minta Kewenangan Khusus pada BNN untuk Selesaikan Setengah dari Kasus Narkoba di Kaltim

Selain unit damkar dan unit tangki air, Darno mengatakan, beberapa perlengkapan pemadam kebakaran hutan dan lahan ini masih dalam proses pengadaan, seperti alat padam portabel dan juga unit damkar ringan berupa sepeda motor roda tiga yang diharapkan dapat memudahkan akses petugas damkar menuju titik kebakaran hutan dan lahan.

"Minimal di setiap kecamatan ada satu unit damkar, water tank ditambah motor patroli dan gudang. Peralatannya masih banyak yang dalam proses menyusul," ujarnya. Selain peralatan, BPBD saat ini juga tengah mempersiapkan personel yang akan disiagakan di setiap kecamatan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. "Termasuk membentuk para relawan, membentuk organisasi masyarakat yang diberi nama Masyarakat Peduli Api," imbuhnya. (*)

Kapolres Berau Sarankan KPU untuk Membungkus Logistik Pemilu dengan Bahan Kedap Air

Pemkab Berau Siap Membangun Stadion Olimpiade untuk Persiapan Porprov 2022

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved