Hari Nyepi

Sejak 2018, Detoks Digital Dilakukan saat Hari Nyepi di Bali, Ternyata Ini Segudang Manfaatnya!

Bagi umat Hindu di Indonesia, Hari Nyepi dijadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan intropeksi diri.

Sejak 2018, Detoks Digital Dilakukan saat Hari Nyepi di Bali, Ternyata Ini Segudang Manfaatnya!
The West Australian
Sejak 2018, Detoks Digital Dilakukan saat Hari Nyepi di Bali, Ternyata Ini Segudang Manfaatnya! 

TRIBUNKALTIM.CO -- Bagi umat Hindu di Indonesia, Hari Nyepi dijadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan intropeksi diri.

Hari Nyepi tahun ini jatuh pada Kamis (7/3/2019) hingga Jumat (8/3/2019), yang merupakan tahun baru Saka atau penanggalan versi Bali.

Penanggalan itu menggunakan perhitungan berdasarkan bulan dan hampir mirip dengan kalender Gregorian.

Bedanya, tahun Saka dimulai dari hari penobatan Maharaja Diraja Kanishka I yang jatuh pada 78 Masehi.

Tahun baru Saka ini jatuh setelah bulan baru pertama Maret di kalender Masehi, atau setelah bulan mati (tilem sasih) bulan Kasanga kalender Saka.

Selama 24 jam, umat Hindu tidak diperkenankan untuk beraktivitas di luar rumah dan melakukan berbagai kegiatan.

Biasanya dimulai pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya.

Umat Hindu Bali melaksanakan empat pantangan atau catur brata yang terdiri dari amati karya (tidak melakukan kegiatan fisik selain untuk penyucian jiwa), amati lelungan (tidak boleh keluar rumah atau bepergian), amati lelanguan (tidak boleh mencari hiburan), dan amati geni (tidak boleh menyalakan api atau lampu).

Ada yang menjadi unik dalam perayaan Hari Nyepi, yakni dengan berlakunya detoks digital atau digital detox.

Sejak 2018, majelis keagamaan di Bali meminta operator seluler dan internet mematikan internet selama satu hari ketika Nyepi.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved