Breaking News:

Soal Lubang Tambang dan Lahan Kritis di Kaltim, Menteri LHK: Memang Bisa Dikerjain Sekejap?

Di Indonesia, ada 1.000 lebih titik kerusakan lingkungan akibat tambang, yang sudah diidentifikasi oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tribunkaltim.co/ Rafan Dwinanto
Usai beri kuliah umum, Menteri LHK Siti Nurbaya berfoto bersama Gubernur Kaltim, jajaran Rektorat Unmul, di Kampus Fakultas Kehutanan 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Membereskan kerusakan lingkungan akibat pertambangan, terutama batubara, tak semudah membalik telapak tangan.

Di Indonesia, ada 1.000 lebih titik kerusakan lingkungan akibat tambang, yang sudah diidentifikasi oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Hal ini diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, usai memberi kuliah umum di Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman, Kamis (8/3/2019).

SEDANG BERLANGSUNG - Link Live Streaming Borneo FC vs PSS Sleman, Lerby dan Renan Langsung Main

Torehkan Prestasi, SAMS Sepinggan Balikpapan Raih 4 Penghargaan Prestisius Internasional

Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Kunjungi Masriah, Kapolsek: Hitung-hitung Beramal

Siti Nurbaya mengungkapkan dirinya juga mengikuti persoalan akibat dampak tambang. Dari 1.000 titik kerusakan lingkungan yang teridentifikasi, 350 titik diantaranya sudah masuk daftar untuk diperbaiki.

"Tahu nggak, kerusakan model kaya gitu di Indonesia ada 1.000 lebih titiknya. Dan kita sudah identifikasi. 350 sudah kami identifikasi untuk diperbaiki," kata Siti.

Namun, Siti menegaskan, perbaikan tersebut dilakukan secara bertahap.

"Memang bisa dikerjain sekejap? Emangnya Sangkuriang, gitu? Diberesin sekarang, dibalik, selesai. Inikan semua dalam proses untuk diperbaiki," kata Siti saat didesak wartawan.

Soal hukum lingkungan, kata Siti, diatur dalam UU Nomor 32. Kementrian LHK, lanjut Siti, tak bisa serta merta masuk ke ranah pertambangan. Terkecuali jika ada kasus tertentu.

"Tadi aku sudah bilang, kalau penegakan hukum lingkungan hidup di UU 32 ada rumusnya. Pertama soal tambang itu soal siapa sih? Itu harus tahu dulu. Ada inspekturnya, ada pengawasnya. Lingkungan itu akan turun penegakan hukumnya kalau, rusak, cemar. Kemudian saya sudah ikut memerhatikan itu," katanya lagi.

Berbagi dengan Lansia Tunanetra, Polisi Bagi-bagi Nasi Bungkus ke Penyapu dan Pemulung

Kuliah Umum Menteri LHK di Fakultas Kehutanan Unmul Diwarnai Unjukrasa

4 Alamat Gerai Operator Seluler di Kota Balikpapan, Lengkap dengan Jam Operasionalnya

Bahkan, kata Siti, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga ikut mengawasi persoalan tambang ini.

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved