Bank Indonesia

Bank Indonesia Resmikan Bagan Apung di Derawan, Tingkatkan Sektor Perikanan dan Pariwisata

Bagan yang mengapung di perairan Pulau Derawan ini merupakan dedikasi untuk negeri melalui PSBI, diberikan kepada Kelompok Sadar Wisata Sumping Nusa.

Bank Indonesia Resmikan Bagan Apung di Derawan, Tingkatkan Sektor Perikanan dan Pariwisata
Tribun Kaltim/Cornel Dimas
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara menggunting pita sebagai simbol peresmian bagan apung PSBI untuk kelompok sadar wisata di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sabtu (9/3/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, DERAWAN - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara meresmikan bagan apung di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sabtu (9/3/2019). Bagan yang mengapung di perairan Pulau Derawan ini merupakan dedikasi untuk negeri melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), yang diberikan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumping Nusa.

Peresmian bagan apung ini ditandai dengan pengguntingan pita dan pemecahan kendi oleh Mirza Adityaswara. Di hadapan masyarakat pesisir Derawan, ia berharap bagan apung mampu dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan masyarakat. "Harapan kami, bisa bermanfaat buat masyarakat di Derawan. Dan tentu membuat Pulau Derawan semakin terkenal dengan potensi wisatanya," ungkap Mirza.

Bantuan bagan apung dengan panjang 27 meter dan lebar 25 meter ini sebenarnya diberikan pada tahun 2017 oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Agus Martowardojo. Bagan apung baru bisa diresmikan tahun 2019, lantaran pengerjaannya membutuhkan waktu cukup lama. Nilai bantuan untuk bagan apung ini menyentuh Rp 1 miliar.

Bukan tanpa alasan Bank Indonesia menyasar Pulau Derawan untuk program sosial dalam bentuk bagan apung ini. Mirza menjelaskan, Pulau Derawan memiliki potensi perikanan yang mampu bersaing di pasar ekspor. Dengan adanya bagan apung, diharapkan produksi ikan dan hasil laut meningkat sehingga bisa merambah ekspor.

"Stabilitas kurs mata uang banyak ditentukan valuta asing. Bagan apung adalah wujud nyata Bank Indonesia untuk peningkatan produksi perikanan. Kalau kebutuhan dalam negeri cukup, maka harga ikan fluktuasi terjangkau, tidak mahal. Kalau ada bagan apung, kelebihan ikan di Derawan bisa di ekspor dan ekspor ini menjadi valuta asing," ujar Mirza.

Tak hanya untuk peningkatan produksi perikanan. Bagan apung juga bermanfaat untuk mengembangkan sektor Pariwisata. Menurut Mirza, keberadaan bagan apung akan mengundang datangnya whale shark (hiu tutul) di Pulau Derawan. Pasalnya, selama ini ada sekitar 30 ekor hiu tutul Derawan di gugusan Pulau Derawan yang jarang terlihat di pesisir Pulau Derawan.

"Hadirnya bagan apung ini semoga whale shark mau datang. Karena berkumpulnya ikan, akan mengundang whale shark datang. Dan ini bisa meningkatkan pariwisata. Akan banyak turis mancanegara dan domestik. Kalau turis asing datang, mereka akan datangkan devisa," tuturnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Muhamad Nur dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau M Gazali. Sekkab Gazali mengapresiasi bantuan Bank Indonesia, lantaran bantuan tersebut menjadikan masyarakat Pulau Derawan akhirnya memiliki bagan apung pertama. Ia berharap Pokdarwis Sumping Nusa bisa memanfaatkan bagan ini untuk kepentingan masyarakat.

"Kalau dilihat CSR ini kalau bagus manfaatnya, akan diberikan lagi oleh Bank Indonesia. Jadi dalam menerima pemberian ini kami minta pengurus Pokdarwis Sumping Nusa bekerjasama dengan Bumdes sehingga pemanfaatan untuk mencari ikan dan destinasi wisata bisa maksimal dan hasilnya harus dilaporkan secara berkala," ucap Gazali.

Ia juga meminta Pokdarwis bisa merawat bagan apung dengan baik, sehingga pemanfaatannya dapat menyejahterakan masyarakat Pulau Derawan. "Pesan saya untuk Pokdarwis agar dipelihara barang ini supaya terawat. Ini adalah amanah, yang wajib dimanfaatkan untuk kemakmuran kelompok masyarakat. Tidak sekadar menerima saja, tapi perlu perawatan secara berkala," katanya. (*)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved