Rabu, 6 Mei 2026

All England 2019

Juara All England Paling Sukses, Atlet Indonesia Masuk Daftar Terhormat

Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, baru saja melangkah ke final All England Open 2019.

Tayang:
istimewa
Rudy Hartono Kurniawan 

TRIBUNKALTIM.CO - Turnamen bulu tangkis dunia All England Open 2019 memasuki partai puncak.

Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, baru saja melangkah ke final All England Open 2019.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menang 21-19 dan 21-16 atas pasangan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang dalam semifinal di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Sabtu (9/3/2019) malam WIB.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan bersua pemenang antara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dari Indonesia dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia di partai final, Minggu (10/3/2019).

Pencapaian final ganda putra All England Open 2019 ini sangat luar biasa, terutama bagi Hendra Setiawan, yang sempat cedera betis dan harus ditangani tim medis sebelum memulai gim kedua.

Yang tak kalah istimewa, bagi Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan final All England Open 2019 merupakan yang pertama kalinya setelah lima tahun.

Lima tahun lalu, persisnya di final All England Open 2014, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan ditantang rekan senegara Marcus Fernaldi Gideon/Markis Kido.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akhirnya meraih gelar juara ganda putra All England Open 2014 setelah menang 21-7 dan 21-12 Marcus Fernaldi Gideon/Markis Kido.

Meraih gelar All England memang sangat luar biasa dan membanggakan.

Baca juga:

Singkirkan Real Madrid, 4 Pemain Andalan Ajax Amsterdam Laris Manis di Bursa Transfer

Ternyata Korban Banjir yang Diselamatkan di Jalan Tol Sempat Sebrangi Banjir Lagi demi Sang Ibu

Eks Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts Follow Akun Bobotoh, Sinyal Merapat ke Persib Bandung?

Simak Kiat Mengirim File Berukuran Besar via Email dan Layanan Penyimpanan Online; Gratis!

Idap Kelainan Jantung Serius, Remaja Ini Tidak Diajurkan Jatuh Cinta; Liam pun Merasa Terpenjara

Kisah Dramatis Korban Banjir yang Video Penyelamatannya Viral; Pasrah Saat Terjebak di Persawahan

All England sebetulnya hanyalah salah satu dari lima turnamen berlevel superseries premier dalam kalender Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF).

Akan tetapi, bagi para pemain dan pencinta bulu tangkis, All England dianggap paling istimewa dibanding turnamen superseries lainnya.

Status sebagai turnamen bulu tangkis tertua dan paling prestisius di dunia menjadi jawaban kenapa All England dinilai istimewa.

Turnamen ini bermula dari sebuah kejuaraan pertama di dunia yang digelar di Guildford, Inggris, 4 April 1899, yang kini dikenal sebagai All England.

Hadiah Terbesar

Dalam Kalender Tur Dunia 2019, sebagaimana dilansir BolaSport.com dari bwfworldtour.bwfbadminton.com, terdapat 27 turnamen bulu tangkis.

Hanya empat dari 27 turnamen bulu tangkis itu yang berhadiah minimal 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 14,3 miliar.

All England Open 2019 berhadiah 1 juta dolar AS, sama dengan China Open, yang digelar tanggal 17-22 September 2019.

Hadiah uang All England itu lebih kecil dari Indonesia Open yang akan digelar 16-21 Juli 2019, yaitu 1,250 juta dolar AS atau sekitar Rp 17,9 miliar.

Sedangkan hadiah uang terbesar terdapat di turnamen BWF World Tour Finals.

Turnamen pamungkas yang akan digelar tanggal 11-15 Desember 2019 ini berhadiah 1,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 21,4 miliar.

Dari tahun ke tahun, All England telah menghasilkan para juara dunia.

Namun, tak semua juara masuk dalam daftar terhormat sebagai pebulu tangkis paling sukses.

Dalam catatan BolaSport.com, setidaknya ada 23 pebulu tangkis yang paling sukses di All England.

Dari 23 nama itu, ada satu dari Indonesia, yakni Rudy Hartono, berada di urutan ke-21.

Rudy Hartono masuk dalam daftar terhormat juara paling sukses di All England berkat delapan gelar tunggal putra.

Uniknya, tujuh dari delapan gelar tunggal putra itu diraih Rudy Hartono secara beruntun dari tahun 1968 hingga 1974, sisanya tahun 1976.

23 PEMAIN PALING SUKSES DI ALL ENGLAND

George Alan Thomas, Inggris 
4 MS, 9 MD, 8 XD 
Total 21

Frank Devlin, Irlandia
6 MS, 7 MD, 5 XD 
Total 18

Judy Devlin, Amerika Serikat
10 WS, 7 MD 
Total 17

Meriel Lucas, Inggris 
6 WS, 10 WD, 1 XD
Total 17

Finn Kobbero, Denmark
7 MD, 8XD
Total 15

Betty Uber, Inggris 
1 WS, 4 WD, 8XD
Total 13

Tonny Ahm, Denmark
2 WS, 6 WD, 4 XD 
Total 12

Ethel B Thomson, Inggris
5 WS, 4 WD, 2 XD
Total 11

Margaret Tragett, Inggris
3 WS, 5 WD, 3 XD
Total 11

Erland Kops, Denmark
7 MS, 4 MD
Total 11

Gillian Gilks, Inggris
2 WS, 3 WD, 6 XD
Total 11

Kirsten Thorndahl, Denmark
1 WS, 5 WD, 5 XD
Total 11

Gao Ling, China
6 WD, 5 XD
Total 11

Ulla Strand, Denmark
3 WD, 7 XD
Total 10

Ralph CF Nichols, Inggris
5 MS, 3 MD, 1 XD
Total 9

Park Joo-bong, Korsel 
4 MD, 5 XD
Total 9

Chung Myung-hee, Korsel
4 WD, 5 XD
Total 9

Marjorie Barrett, Inggris
5 WS, 4 WD
Total 9

Kitty McKane, Inggris
4 WS, 2 WD, 2 XD
Total 8

Gordon 'Curly' Mack, Irlandia
1 MS, 6 MD, 1 XD
Total 8

Rudy Hartono, Indonesia
8 MS
Total 8

Nora Perry, Inggris
2 WD, 6 XD
Total 8

Eddy B Choong, Malaysia
4 MS, 3 MD
Total 7

MS: Tunggal Putra
WS: Tunggal Putri
MD: Ganda Putra
WD: Ganda Putri
XD: Ganda Campuran (Bolasport.com)

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved