Presiden Jokowi Dulu Sebut THR dan Gaji ke-13 Belum Cukup Sejahterakan ASN, Bakal Ada Kejutan Lain?

Presiden Jokowi pernah menyebut bahwa THR dan gaji ke-13 belum cukup dan perlu dipikirkan cara menyejahterakan ASN untuk jangka panjang.

Presiden Jokowi Dulu Sebut THR dan Gaji ke-13 Belum Cukup Sejahterakan ASN, Bakal Ada Kejutan Lain?
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww
Presiden Joko Widodo (tengah) berswafoto dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) saat peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-47 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (29/11). Peringatan hari lahir KORPRI ke-47 mengangkat tema KORPRI melayani, bekerja dan menyatukan bangsa. 

Presiden Jokowi pernah Sebut THR dan gaji ke-13 belum cukup sejahterakan ASN

Masalah peningkatan kesejahteraan ASN juga pernah disinggung Presiden Jokowi bulan Juni tahun 2018 lalu.

Saat itu, seperti dilansir setkab.go.id, Presiden Jokowi menyampaikan rasa syukurnya karena pada tahun (2018)  pemerintah dapat memberikan THR dan gaji ke-13 bagi ASN, prajurit TNI, anggota Polri, dan juga pensiunan.

Namun diakui Presiden bahwa itu belum cukup karena sifatnya masih menyentuh aspek kesejahteraan dalam jangka pendek.

“Kita perlu memikirkan yang memiliki kesinambungan dalam jangka panjang,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Pensiunan Aparatur Sipil Negara, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/6/2018) siang.

Dari aspek jaminan kesejahteraan, lanjut Presiden, pada Ratas tanggal 19 April lalu, dirinya sudah meminta untuk diperhatikan penyediaan perumahan yang layak bagi ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri, khususnya yang berpenghasilan rendah.

Sehingga ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri, tambah Presiden, bisa memenuhi kebutuhan pokoknya, serta bisa semakin konsentrasi dalam bekerja.

“Karena ini penting, saya minta laporan tentang progresnya dan akan terus kita monitor implementasi dari program ini,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung memasuki ruang Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/6) siang.
Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung memasuki ruang Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/6) siang. (Humas/Jay)

Terus Lakukan Perubahan

Sebelumnya pada awal pengantarnya, Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan, bahwa sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan ikhtiar untuk peningkatan kinerja ASN dan pelayanan publik, pemerintah akan terus memperbaiki dan melakukan perubahan-perubahan terhadap sistem kesejahteraan dan perlindungan bagi ASN dalam meningkatkan pelaksanaan tugasnya.

Halaman
1234
Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved