Setelah Dua Kali Jatuh, Masih Amankah Terbang dengan Boeing 737 Max 8?

Tidak ada seorang penumpang pun selamat. Pesawat buatan Amerika itu hanya sempat terbang selama enam menit.

Setelah Dua Kali Jatuh, Masih Amankah Terbang dengan Boeing 737 Max 8?
KOMPAS/DIMAS WARADITYA NUGRAHA
Suasana kabin pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 baru milik maskapai Garuda Indonesia saat akan lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menuju Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (7/1/2018). Pergantian jenis mesin dari pesawat pendahulunya yakni Boeing 737 Next Generation membuat suasan kabin lebih senyap dan konsumsi bahan bakar lebih efisien. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pesawat Boeing 737 MAX itu masih baru. Cuaca begitu cerah. Tidak lama setelah mengangkasa, pilot Ethiopian Airlines ET 302 itu merasakan sesuatu yang salah.

Sang pilot berupaya kembali, namun mereka tidak pernah berhasil. Demikian tulis Associated Press.

Minggu (10/3/2019), Boeing 737 MAX itu jatuh sehingga mengakibatkan 157 penumpang dan awak pesawat—termasuk seorang WNI, meninggal dunia.

Tidak ada seorang penumpang pun selamat. Pesawat buatan Amerika itu hanya sempat terbang selama enam menit.

Nyaris semua media besar dunia, termasuk Associated Press, mengaitkan kecelakaan ET 302 dengan jatuhnya B737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air pada Oktober 2018 di perairan Karawang.

Dua kejadian dalam waktu dekat, dengan jenis pesawat yang sama, jelas menumbuhkan kecurigaan.

“Tapi, para penyelidik bukanlah orang yang begitu saja percaya dengan kebetulan,” ujar Profesor William Waldock, seorang ahli keselamatan penerbangan di Universitas Embry-Riddle.

Menurut Waldock, Boeing pasti akan mengamati lebih detil soal sistem manajemen penerbangan dan sistem automation pada B737 MAX. Namun, Waldock menegaskan, terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab jatuhnya ET 302.

Waldock memilih menunggu kerja penyelidik kecelakaan penerbangan yang kini memulai upaya pengumpulan data termasuk menggali data dari kotak hitam.

Sementara, Alan Diehl, mantan penyelidik National Transportation Safety Board mengatakan, jelas ada kesamaan masalah yakni ketika kecelakaan itu terjadi beberapa saat setelah pesawat lepas landas.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved