Soal Pembatasan Produksi Batu Bara, Gubernur Khawatir Berdampak pada Angka Pengangguran di Kaltim

Dirinya juga tak bisa menampik lapangan kerja di sektor migas dan batu bara mampu menyerap tenaga kerja dalam skala besar.

Soal Pembatasan Produksi Batu Bara, Gubernur Khawatir Berdampak pada Angka Pengangguran di Kaltim
TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Gubernur Kaltim Isran Noor 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kaltim masuk 10 besar wilayah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia.

Gubernur Kaltim Isran Noor saat ditemui mengakui hal tersebut, di sela Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Regional II, Senin (11/3/2019), di Hotel Gran Senyiur Balikpapan.

Gubernur terpilih pada 2018 lalu ini mengaku harus ekstra kerja keras menekan jumlah pengangguran ke depan.

Dirinya juga tak bisa menampik lapangan kerja di sektor migas dan batu bara mampu menyerap tenaga kerja dalam skala besar.

Melihat kondisi kebijakan pemerintahan saat ini, misalnya, dengan keluarnya surat edaran pemerintah pusat yang bunyinya terkait pembatasan produksi batu bara melalui IUP, Isran khawatir hal tersebut dapat menambah jumlah pengangguran di Kaltim.

"Apalagi bila direalisasikan surat itu, bisa banyak sekali pengangguran. Kaltim saja tak cukup menyelesaikan, kalau tak ada koordinasi. Artinya bisa mempertimbangkan tak melaksanakan pembatasan produksi batu bara lewat iup itu," ungkap Isran.

Isran mengaku surat edaran tentang pembatasan IUP batu bara mulai 2019 ini, sudah sampai di meja kerjanya.

Pemerintah provinsi juga bersiap, agar tak mengalami gangguan ekonomi lantaran hal tersebut.

Baca juga:

Segera Digelar, Simak Hasil Pengundian Lengkap Wakil Indonesia pada Swiss Open 2019

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved