Dua Pria Ini Nekat Tanam Ganja Demi Obati Ibu yang Terbaring Sakit, Benarkah Bisa Jadi Obat?

Daun ganja kering yang dipanen tersangka dipergunakan untuk membuat teh sebagai obat orangtuanya yang menderita penyakit gula.

Dua Pria Ini Nekat Tanam Ganja Demi Obati Ibu yang Terbaring Sakit, Benarkah Bisa Jadi Obat?
tribun lampung/tri yulianto
Kebun ganja di lereng Gunung Tanggamus. 

CBD tidak dianggap psikoaktif, dan komponen kanabis ini memiliki sejumlah kegunaan obat.

Cannabinoid berinteraksi dengan reseptor yang ditemukan di sistem saraf pusat tubuh.

Ini dapat mempengaruhi beberapa proses, seperti: suasana hati, rasa sakit, ingatan, koordinasi, dan nafsu makan.

Beberapa cannabinoid, seperti CBD, mungkin juga memiliki sifat anti-inflamasi.

Berbagai cannabinoid semuanya memiliki sifat yang berbeda, dan mereka mungkin berguna untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan.

Apa itu ganja medis?

Istilah "ganja medis" berarti penggunaan seluruh tanaman atau ekstrak ganja yang tidak diproses untuk merawat kondisi kesehatan tertentu.

Sampai sekarang, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) hanya menyetujui satu produk, yang mengandung ekstrak ganja, dan ini adalah CBD (Epidiolex).

Pada Juni 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyatakan Epidiolex aman dan efektif untuk dua bentuk epilepsi yang dikenal sebagai sindrom Lennox-Gastaut dan sindrom Dravet.

Kejang yang terjadi dengan kondisi ini sulit dikendalikan dengan obat lain.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved