Dua Pria Ini Nekat Tanam Ganja Demi Obati Ibu yang Terbaring Sakit, Benarkah Bisa Jadi Obat?

Daun ganja kering yang dipanen tersangka dipergunakan untuk membuat teh sebagai obat orangtuanya yang menderita penyakit gula.

Dua Pria Ini Nekat Tanam Ganja Demi Obati Ibu yang Terbaring Sakit, Benarkah Bisa Jadi Obat?
tribun lampung/tri yulianto
Kebun ganja di lereng Gunung Tanggamus. 

Tiga obat, yang mengandung bentuk sintetis THC, juga tersedia dengan resep untuk mengobati beberapa jenis anoreksia dan muntah.

Kanada, Inggris, dan beberapa negara Eropa juga telah menyetujui penggunaan Sativex, semprotan mulut yang menggabungkan CBD dan THC yang dapat membantu meringankan rasa sakit dan kejang otot yang terkait dengan sklerosis otot (MS) pada orang dewasa.

Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), penelitian dan uji coba untuk penggunaan lain marijuana dan senyawanya sedang berlangsung.

Baca juga :

Terkait Pemadaman Listrik, Puluhan Mahasiswa Datangi Kantor Bupati Bulungan

VIDEO - IPAM Km 8 Batu Ampar Kembali Beroperasi, Begini Kesulitan Perbaikan Pipa PDAM yang Bocor

Manfaat ganja untuk diabetes

Ganja mempengaruhi tubuh melalui reseptor cannabinoid, yang merupakan bagian dari sistem endocannabinoid.

Sebagai bagian dari sistem ini, tubuh menciptakan beberapa cannabinoid secara alami.

Beberapa bahan kimia yang ada dalam ganja mungkin meringankan beberapa gejala diabetes.

Reseptor cannabinoid ini berperan dalam mengatur: keseimbangan energi, nafsu makan, sensitivitas insulin, fungsi sel pankreas, dan metabolisme lipid.

Kelompok advokasi, Aliansi Amerika untuk Ganja Medis (AAMC), menyatakan bahwa ganja dapat:

- Menstabilkan kadar gula darah

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved