Mabes TNI AD Periksa 500 Lebih Urine Prajurit dan PNS Jajaran Korem 091/ASN 

Provost bersama personel POM harus memeriksa satu per satu ruangan di Makorem, guna tidak ada prajurit maupun PNS yang luput dari tes urine.

Mabes TNI AD Periksa 500 Lebih Urine Prajurit dan PNS Jajaran Korem 091/ASN 
(TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)  
Suasana tes urine saat sosialisasi dan uji petik Pencegahan,Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba(P4GN) di Aula Wirayudha, Makorem 091/Aji Surya Natakesuma(ASN) jalan Gajah Mada Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa(12/3/2019).Sebanyak 500 orang terdiri dari Prajurit dan PNS linkungan Korem 091/ASN menjalani tes urine dan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ratusan prajurit TNI dan PNS dijajaran Korem 091 Aji Surya Natakesuma (ASN) mengikuti tes urine di Aula Wira Yudha, Makorem, Selasa (12/3/2019).

Sebelum tes urine dilaksanakan, terlebih dahulu diberikan materi serta sosialisasi dan penyuluhan mengenai bahayanya dan sanksi jika ada prajurit TNI maupun PNS yang terbukti menggunakan, serta mengedarkan narkoba.

Usai penyampaian materi, seluruh prajurit TNI dan PNS diperbolehkan beristirahat terlebih dahulu. Dan, tidak lama kemudian kembali dipanggil masuk ke aula guna dites urine nya.

Perusahaan dan Hotel di Balikpapan Gelar Donor Darah, Cek Jadwalnya Selama Maret 2019

Ingin Manjakan Diri, Ini Tiga Pilihan Spa di Balikpapan

Kisah Misran Bunuh Orang Melarikan Diri Bergelantung di Kapal Feri Bertelanjang Dada

Bahkan, Provost bersama personel POM harus memeriksa satu per satu ruangan di Makorem, guna tidak ada prajurit maupun PNS yang luput dari tes urine.

Agenda tes urine itu sendiri dilakukan oleh tim terpadu Spamad Mabes TNI AD, sebagai upaya deteksi dini terhadap penggunaan, maupun peredaran narkotika dikalangan TNI.

Terdapat sekitar 500 prajurit dan PNS yang mengikuti tes urine. Karena jumlah yang melakukan tes urine tergolong banyak, semua toilet yang ada di Makorem difungsikan, dengan penjagaan dari Provost maupun POM.

"Perilaku hidup prajurit yang terkadang menghalalkan berbagai cara untuk mendapat keuntungan finansial, salah satunya dari peredaran narkoba. Oleh karena itu, kejahatan narkoba perlu menjadi atensi, bagaimana pemakai narkoba diarahkan untuk rehabilitasi dan pelaku kejahatan narkoba sebagai pengedar maupun bandar diarahkan pada proses hukum pidana," ucap KA Tim Spamad Mabes TNI AD, Letkol Inf Sutrisno Pujiono, Selasa (12/3/2019).

"Penanganan kejahatan narkoba harus melibatkan semua pihak, termasuk upaya pencegahan yang berkesinambungan dan masif, sehingga diperlukan kerjasama dari semua instansi penegak hukum termasuk TNI," sambungnya.

7 Fakta Siti Aisyah Bebas dari Tuduhan Pembunuhan, Waktu 2 Tahun 23 Hari hingga 3 Alasan Kuat

Terkait Pemadaman Listrik, Puluhan Mahasiswa Datangi Kantor Bupati Bulungan

VIDEO - IPAM Km 8 Batu Ampar Kembali Beroperasi, Begini Kesulitan Perbaikan Pipa PDAM yang Bocor

Sehari sebelum tes urine dilaksanakan di Makorem, Senin (11/3/2019) kemarin 120 prajurit Yonif 611/Awang Long (AWL) telah melaksankan tes urine di Mayonif, jalan Soekarno-Hatta, Loa Janan, Kutai Kartanegara.

Lanjutnya sosialisasi dan Uji Petik dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat kepatuhan hukum dilingkungan prajurit dan PNS TNI AD untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba.

Setelah dari Yonif 611/Awl tim Spamad langsung menuju ke Kodim 0901/Samarinda, jalan Gajah Mada. Terdapat 80 prajurit dan PNS yang mengikuti tes urine.

Dari Yonif 611/Awang Long (Awl) dan Kodim 0901/Samarinda, tidak ada prajurit maupun PNS yang urine nya mengandung narkotika.

Sedangkan tes urine di Makorem, hingga pukul 11.30 Wita, tes urine masih berlangsung. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved