Tragedi Tumpahan Minyak di Balikpapan

Putusan Tragedi Teluk Balikpapan Dinilai Lemah, Jatam: Aparat Jangan Hanya Sasar Pelaku di Lapangan

"Putusan hakim tidak memuaskan. Seharusnya hakim bisa memutuskan lebih maksimal," ujar Rupang, Selasa (12/3/2019).

Putusan Tragedi Teluk Balikpapan Dinilai Lemah, Jatam: Aparat Jangan Hanya Sasar Pelaku di Lapangan
IST
Dirintelkam Polda Kaltim Kombes Pol Wawan Setiawan didampingi Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra bersama jajaran kepolisian saat memeriksa langsung kapal kargo batubara Ever Judger Panama, Minggu (1/4/2018) lalu di Perairan Teluk Balikpapan. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang mengaku tak puas atas putusan hakim Pengadilan Negeri Balikpapan kepada terdakwa kasus tumpahan minyak Teluk Balikpapan, Zhang Deyi (50), Senin (12/3/2019) kemarin.

"Putusan hakim tidak memuaskan. Seharusnya hakim bisa memutuskan lebih maksimal," ujar Rupang, Selasa (12/3/2019), melalui telepon seluler.

Ia menilai semestinya hakim mempertimbangkan besarnya jangkauan daya rusak dari pencemaran lingkungan yang mencapai sekitar 60 km sepanjang garis pantai Balikpapan dan PPU, pun telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yakni sebanyak 5 orang.

Rupang menilai hukuman 10 tahun dan denda Rp15 miliar masih jauh dari upaya memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan ini.

Sudah selayaknya penjara seumur hidup dan denda diatas nominal tersebut ditetapkan.

"Jika kami mengambil perbandingan, Rp15 milliar dibagi dengan 7.000 hektar lahan yang tercemar, maka per hektarnya adalah Rp2,1 Juta. Ini setara 7000 Hp Oppo seri A83. Jumlah yang kecil untuk memaastikan proses pemulihan betul-betul terjadi," selorohnya.

Jatam Kaltim juga mengkritik aparat hukum hanya menyasar pelaku di lapangan.

Sementara biang kerok dari petaka setahun silam, para pejabat di jajaran Pertamina juga lingkungan birokrat di Kementiran ESDM, tak tersentuh.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved