Jatuhnya Ethiopian Berbuntut Panjang, 350 Boeing 737 MAX di Seluruh Dunia Dikandangkan

Sejumlah negara kompak melarang pesawat buatan AS itu terbang di negara mereka. Di seluruh dunia dilaporkan terdapat 350 unit Boeing 737 MAX 8.

Jatuhnya Ethiopian Berbuntut Panjang, 350 Boeing 737 MAX di Seluruh Dunia Dikandangkan
Istimewa
Pesawat Lion Air 737 MAX 8 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Terjatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines ketika bertolak menuju Nairobi, Kenya, pada Minggu (10/3/2019) berbuntut panjang.

Sejumlah negara kompak melarang pesawat buatan Amerika Serikat itu terbang di negara mereka. Di seluruh dunia dilaporkan terdapat 350 unit Boeing 737 MAX 8.

Saat ini, selain negara juga ada maskapai yang memutuskan untuk melarang pesawat tersebut terbang. Berikut adalah negara yang memutuskan untuk menghentikan penerbangan Boeing 737 MAX 8.

1. Singapura

Pada Selasa, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengumumkan pelarangan adanya Boeing 737 MAX 8 di wilayah udara mereka.

Dalam keterangan resminya, CAAS menjelaskan mereka sementara menangguhkan keberadaan Boeing 737 MAX 8 baik yang memasuki maupun keluar dari zona udara Singapura.

2. China

Senin (11/3/2019), Beijing memerintahkan untuk supaya penerbangan domestik tidak menggunakan 737 MAX 8 setelah mempertimbangkan insiden di Ethiopian Airlines dan Lion Air.

Badan Penerbangan Sipil China menegaskan model pesawat itu baru boleh terbang setelah pemeriksaan dilakukan dan memastikan keamanannya.

AFP melansir, China merupakan pangsa pasar penting bagi pabrikan pesawat asal Amerika Serikat (AS) itu karena menyumbang seperlima penjualan 737 MAX 8.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved