Dua Maskapai di Indonesia Terlanjur Pesan 272 Boeing 737 MAX, Akankah Dibatalkan?

Daniel mengatakan, 222 pesawat tersebut di pesan pada 2011 lalu dan disaksikan Presiden Amerika Serikat saat itu Barack Obama.

Dua Maskapai di Indonesia Terlanjur Pesan 272 Boeing 737 MAX, Akankah Dibatalkan?
Istimewa
Pesawat Lion Air 737 MAX 8 

Sebab, kedua perusahaan masih menunggu hasil investigasi mengenai penyebab kecelakaan tersebut.

Alasan Garuda

Suasana kabin pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 baru milik maskapai Garuda Indonesia saat akan lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menuju Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (7/1/2018). Pergantian jenis mesin dari pesawat pendahulunya yakni Boeing 737 Next Generation membuat suasan kabin lebih senyap dan konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Suasana kabin pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 baru milik maskapai Garuda Indonesia saat akan lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menuju Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (7/1/2018). Pergantian jenis mesin dari pesawat pendahulunya yakni Boeing 737 Next Generation membuat suasan kabin lebih senyap dan konsumsi bahan bakar lebih efisien. (KOMPAS/DIMAS WARADITYA NUGRAHA)

Sementara itu, apa alasan Garuda Indonesia lebih memilih memesan pesawat Boeing 737 Max ketimbang jenis lain?

Direktur Teknik Garuda Indonesia, I Wayan Susena, mengatakan, pihaknya memutuskan membeli pesawat Boeing 737 Max karena pesawat yang biasa digunakan Garuda tak lagi diproduksi.

Pesawat tersebut, yakni Boeing 737-800.

"Karena 737 800 tidak produksi lagi. Kan dia mendesain tipe baru. Kan sama dengan airbus. Kami akan melihat apakah ini sesuai dengan bisnis kami atau tidak," kata Wayan.

Wayan mengatakan, sesuai informasi spesifikasi yang diterimanya, pesawat Boeing 737 Max disebut lebih irit bahan bakar.

"Kalau sesuai spesifikasi dia lebih efisien dari sisi fuel. Waktu itu antara 10 sampai 15 persen (lebih irit) dibanding seri 800," kata Wayan.

Saat ditanyai apakah Garuda akan tetap melanjutkan pemesanan pesawat jenis tersebur, Wayan belum bisa memastikannya.

"Nah itu belum tahu, kami masih evaluasi internal kami di Garuda. Kami juga menunggu hasil daripada investigasi, dari FAA, Dari Kemenhub. Kami sih mengikuti apa yang menjadi regulasi. Intinya kami mengutamakan keselamatan penerbangan," kata Wayan.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved