Menjadi Youtuber Atau Peneliti? Kenali Dulu Bagaimana Pajak Royalti Dikenakan ke Mereka

Mau memilih menjadi peneliti atau youtuber? Sayangnya belum ada survei serius tentang hal ini.

Menjadi Youtuber Atau Peneliti? Kenali Dulu Bagaimana Pajak Royalti Dikenakan ke Mereka
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Youtuber Ria Ricis dan Atta Halilintar menghadiri acara pemberian YouTube Diamond Award di kantor Google Indonesia, di Jakarta, Rabu (20/2/2019). Pemberian Diamond Award tersebut karena dua konten kreator tersebut berhasil mendapatkan 10 juta subscribers pada kanal mereka. 

Menjadi Youtuber Atau Peneliti? Kenali Dulu Bagaimana Pajak Royalti Dikenakan ke Mereka

TRIBUNKALTIM.CO - Mau memilih menjadi peneliti atau youtuber? Sayangnya belum ada survei tentang ini.

Tetapi, ada gambaran yang menunjukkan dari 1.000 penduduk di Indonesia, hanya 98 orang jadi peneliti.

Hal itu diungkap oleh Direktur Peraturan Perpajakan II Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Yunirwansyah, di Seminar Nasional Perpajakan, Kamis (14/3/2019).

Yunirwansyah mengakui lingkungan di Indonesia masih belum dapat mendorong geliat tumbuhnya penelitian.

"Jadi peneliti bukan profesi yang menjanjikan di Indonesia," kata Yunirwansyah.

Yunirwansyah mengatakan, orang lebih cenderung menjadi youtuber, cenderung jadi foto model.

Berdasarkan data UNESCO, biaya yang dikeluarkan untuk penelitian di Indonesia masih 0,1 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Secara rinci, dari sektor bisnis mengeluarkan biaya untuk penelitian 547 juta dolar AS, pemerintah 839 juta dolar AS, sedangkan universitas 744 juta dolar AS.

Biaya ini termasuk kecil bila dibandingkan dengan Jepang yang mencapai 3,4 persen dari PDB, dan Jerman yang mencapai 2,9 persen dari PDB.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved