Gereja Katolik Secara Khusus Doakan Para Korban Penembakan di Selandia Baru

Keuskupan Agung Samarinda mengecam keras tindakan tak beradab terhadap umat Muslim di Selandia Baru.

Gereja Katolik Secara Khusus Doakan Para Korban Penembakan di Selandia Baru
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Samarinda, RD Moses Komela Avan (paling kiri). 

Keempat, KWI dan umat Katolik Indonesia mengimbau dan berharap agar peristiwa di Selandia Baru itu tidak merusak hubungan antar umat beragama dan antar etnis yang berbeda. Terutama di Indonesia yang selama ini sudah berjalan baik. 

Berdasarkan kabar terakhir, jumlah korban meninggal dunia akibat penembakan di dua masjid Selandia Baru telah bertambah menjadi 49 orang.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim KH Hamri Haz, menegaskan umat Muslim harus mengambil sikap terkait penembakan secara brutal di masjid di Deans Ave dan Linwood, Christchurch, Selandia Baru.

"Tugas aparat melakukan penegakan hukum. Tapi umat Muslim harus bersikap. Saya akan kontak berkoordinasi dengan MUI pusat. karena bisa jadi tidak hanya di Selandia Baru, tapi di daerah lain bisa juga akan timbul," ucap Hamri Haz.

Hamri menilai kejadian tersebut disebabkan karena faktor ketidaksukaan terhadap umat Muslim. Apalagi peristiwa tersebut terjadi tepat di hari ibadah umat Muslim.

"Kalau melihat ini ada unsur terhadap umat islam. Artinya, ada yang tidak disukai begitu. Semestinya harus ada sikap dari umat islam," ungkapnya. (*) 

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved