Penembakan di Rumah Ibadah

Kutuk Serangan Penembakan 2 Masjid di Selandia Baru, Ulama di Australia Minta Umat Muslim Waspada

Para ulama di Australia mengutuk serangan penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Kutuk Serangan Penembakan 2 Masjid di Selandia Baru, Ulama di Australia Minta Umat Muslim Waspada
Mark Baker/AP via CNN
Kutuk Serangan Penembakan 2 Masjid di Selandia Baru, Ulama di Australia Minta Umat Muslim Waspada 

TRIBUNKALTIM.CO, CANBERRA - Para ulama di Australia mengutuk serangan penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Mereka menyebut serangan itu sebagai sebagai sebuah aksi teror yang terinspirasi oleh paham Islamofobia.

Federasi Dewan Islam Australia (AFIC) juga mendesak pemerintah Australia di semua level untuk memberi perhatian ekstra pada sentimen anti- Muslim dan ekstrimisme.

Presiden AFIC, Dr Rateb Jneid mengatakan, para korban penembakan dan keluarga mereka berada dalam doanya.

"Dengan kesedihan yang mendalam kita mengetahui serangan teroris yang dilakukan terhadap jamaah tidak bersalah di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru," kata Jneid.

"Kami menyampaikan doa dan simpati kami kepada para korban dan penyintas, keluarga mereka dan masyarakat Selandia Baru selama masa yang mengerikan ini," tambahnya.

"Tindakan teror terhadap para jamaah yang tidak bersalah ini adalah kekejaman dan kami berduka bersama para korban dan keluarga mereka," lanjut Jneib.

Senator perempuan Muslim pertama Australia, Mehreen Faruqi, mengutuk sentimen anti-Islam di Australia, terutama yang datang dari politisi sayap kanan seperti Pauline Hanson dan Fraser Anning.

"Ada darah di tangan para politisi yang menghasut kebencian. Bagi saya, ada hubungan yang jelas antara politik kebencian mereka dan kekerasan yang memalukan dan tidak masuk akal di Christchurch ini," unggahnya di Twitter.

"Muslim telah menjadi sasaran selama shalat Jumat, ini bukan peristiwa terisolasi dengan penyebab misterius. Ini bukan peristiwa acak. Ini adalah konsekuensi dari kebencian Islamofobia dan rasis yang telah dinormalisasi dan dilegitimasi oleh beberapa politisi dan media. "

Ketegangan terlihat di luar Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, menyusul insiden penembakan di masjid tersebut, Jumat (15/3/2019). Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dalam keterangannya mengatakan, sedikitnya 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan teror tersebut.
Ketegangan terlihat di luar Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, menyusul insiden penembakan di masjid tersebut, Jumat (15/3/2019). Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dalam keterangannya mengatakan, sedikitnya 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan teror tersebut. (ANTARA FOTO/REUTERS/SNPA/MARTIN)
Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved