Kecam Aksi Teror Penembakan di Selandia Baru, Kapolres Samarinda Minta Warga Menahan Diri
"Kita semua berduka dengan kejadian itu, tapi saya minta warga agar dapat menahan dan menjaga diri," ucapnya
Penulis: Christoper Desmawangga |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dunia mengecam aksi teror yang terjadi di dua masjid yang terdapat di kota Christchurch, Selandia Baru (New Zealand).
Tembakan membabi buta yang dilakukan oleh Brenton Tarrant (28), menyebabkan 49 orang meninggal dunia, 41 orang meninggal di masjid Al Noor, tujuh orang meninggal di masjid Linwood dan seorang korban tidak terselamatkan kendati sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Sedangkan korban luka-luka mencapai 48 orang.
• Deretan Zodiak Kerap Jadi Budak Cinta, Cancer Paling Terpengaruh
• Sortir dan Pelipatan Surat Suara di PPU Rampung, Ditemukan 686 Surat Suara Pilpres yang Rusak
• Link Live Streaming dan Prediksi Genoa vs Juventus, Tanding Malam Ini
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto meminta agar masyarakat Kota Samarinda tetap dapat menahan diri, agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan.
"Masing-masing harus menjaga diri, jangan mudah percaya dengan isu yang belum tentu kebenarnya. Kita semua berduka dengan kejadian itu, tapi saya minta warga agar dapat menahan dan menjaga diri," ucapnya, Minggu (17/3/2019).
Dia menilai warga Kota Samarinda merupakan masyarakat yang cinta kasih sayang, dan lebih mementingkan kedamaian.
"Masyarakat harus menjaga Samarinda tetap aman, tertib dan kondusif," ujarnya.
• UPDATE Banjir Bandang Sentani Papua - 50 Orang Dilaporkan Tewas Via Data BNPB
Bersama Kepolisian, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Samarinda juga turut serta dalam menjaga kondusifitas.
Bahkan, Kapolres menilai FKUB yang ada di kota Tepian (sebutan Samarinda) tidak mudah dirusak dengan paham radikalisme.
"FKUB yang ada sangat baik, saling kenal satu dengan yang lainnya, di sini kita ada hubungan kekerabatan yang tinggi," tegasnya.
Sejauh ini dia menjelaskan, belum ada pergerakan maupun aksi massa yang merespon atas aksi teror di Selandia Baru.
"Setahu saya belum ada. Kita maunya Samarinda tetap kondusif dan aman," pungkasnya.
• Rilis Senin Esok, Cek Spesifikasi Xiaomi Black Shark 2, Cocok untuk Penggemar Game
• Profil Putri Ayuningtyas, Jurnalis CNN Indonesia yang Jadi Moderator Debat Cawapres 2019 Malam Ini
Untuk diketahui, aksi teror bersenjata itu terjadi pada Jumat (15/3/2019) lalu. Pelaku menembak orang yang berada di dua masjid tersebut, dengan jarak dekat secara membabi buta.
Pelaku sendiri telah diamankan oleh Kepolisian setempat, dan saat ini menjalani proses persidangan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/launching1.jpg)