Stasiun Pengumpul Gas PT Medco Terbakar, Ini Dampaknya bagi Ibu-ibu di Tarakan

Ia mengatakan, akibat terbakarnya gas utama PT Medoc & EP Indonesia Tarakan, pendistribusian atau penyaluran jargas kepada pelanggan di Kota.

Stasiun Pengumpul Gas PT Medco Terbakar, Ini Dampaknya bagi Ibu-ibu di Tarakan
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Stasiun pengumpul utama gas plant 8 yang dikelola PT Medco &EP; Indonesia Tarakan di Kelurahan Kampung Satu/Skip terbakar, Minggu (17/3/2019). 

Bram mengakui, bahwa tadi malam hingga pagi sekitar pukul 07.20 Wita, aliran gas masih ada yang sempat mengalir ke pelanggan, itu karena adanya tekanan gas yang masih tersisa.

“Sempat tertahan selama 20 menit gasnya dan akhirnya pukul 07.30 Wita sudah tidak teraliri lagi gasnya, karena aliran gasnya ditutup Medco,” ucapnya.

UPDATE Korban Banjir Bandang Sentani Jayapura Kini 42 Orang Meninggal Dunia dan 21 Luka-luka

10 Cara Sederhana Ini Bikin Kondisi Keuanganmu Sehat hingga Akhir Bulan

Akibat peristiwa ini, pelanggan jargas rumah tangga , khususnya ibu-ibu rumah tangga yang ingin memasak akhirnya kesal dan kecewa.

Hana, warga yang tinggal di Jalan Mulawarman mengaku, kesal, karena tidak bisa merebus air minum.

“Barusan saya rebus air untuk minum, tiba-tiba saja kompor gas mati. Saya kaget ini kenapa kok tiba-tiba mati. Padahal air yang  saya rebus itu belum masak. Sampai saya diberitahukan tetangga, jargasnya mati akibat kebakaran yang di stasiun gas Medco,” ujarnya.

Wanita berusia 50 tahun ini berharap, mudah-mudahan aliran jargas dapat segera kembali normal, sehingga ia dapat masak untuk keluarganya.

“Kalau kayak gini terpaksa sementara beli air mineral botolan dulu. Begitu juga makanan beli saja dulu di luar,” katanya.

Hal sama diungkapkan Siti, warga Permunas mengaku, kaget ketika sedang menggoreng ikan, tiba-tiba saja kompor gasnya mati.

“Saya kaget kok bisa mati, padahal jam 6 pagi masih bagus saja. Eh mau jam 07.30 Wita, langsung mati. Ternyata baru saya lihat sms diinformasikan PGN, bahwa telah dilakukan penghentian aliran gas bumi, karena adanya ganguan penyaluran gas dari Medco,” ujarnya.

Wanita yang mengenakan hijab ini mengatakan, ia bersama tetangganya berharap aliran gas dapat segera normal kembali.

“Kalau seperti ini terpaksa kita tidak bisa masak. Kalau kayak gini tekorlah kita sebagai ibu rumah tangga, uang keluar beli makan dan minum diluar,” ucapnya. (*)

Klik Like & Follow Facebook Tribunkaltim.co:

Follow Instagram Tribunkaltim.co di bawah ini:

 Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini

Penulis: Junisah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved