Berita Pemkab Kutai Timur

Pesta Laut Muara Bengalon; Ada Lomba Perahu Hias, Makanan Olahan Ikan, dan Mancing

Pesta Laut memperkenalkan destinasi wisata dan potensi perairan Muara Bengalon, Kutai Timur, diikuti sekitar 700 peserta.

Pesta Laut Muara Bengalon; Ada Lomba Perahu Hias, Makanan Olahan Ikan, dan Mancing
Diskominfo Perstik Kutim
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Timur Drs H Irawansyah M Si membuka Pesta Laut Muara Bengalon yang dimeriahkan acara lomba perahu hias, panganan olahan berbahan ikan dan memancing. 

SANGATTAPesta Laut bertema Pekan Kreativitas Pesona Muara Bengalon digelar Minggu (17/3/2019). Ratusan warga dari beberapa kecamatan di sekitar Kecamatan Bengalon maupun kecamatan sekitar tumpah ruang. Pesta laut tahunan itu dimeriahkan lomba perahu hias, festival pangan olahan ikan hingga lomba mancing. Dengan puluhan hadiah menarik dan satu unit motor sebagai hadiah utama.

Kegiatan yang bertujuan memperkenalkan destinasi wisata dan potensi perairan Muara Bengalon ini diikuti sekitar 700 peserta. “Kita patut bersyukur, Kecamatan Bengalon dengan potensi perairan yang cukup besar dan kekayaan alam yang dimiliki, masyarakatnya terlihat makmur. Terutama di bawah kepemimpinan Camat yang baru,” kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Timur, Drs H Irawansyah M Si yang membuka kegiatan tersebut.

Pesta laut, menurut Irawansyah, salah satu aspek penting meningkatkan wisatawan. Apalagi tersedia tempat wisata menarik yang menyuguhkan pemandangan indah. Serta lokasi desa budaya yang bisa menambah destinasi wisata di sekitar Kecamatan Bengalon.

Sebelumnya Camat Bengalon, Drs Suharman menjelaskan Desa Muara Bengalon memiliki luas wilayah 15.553 Ha, dengan jumlah penduduk sebanyak 2.001 jiwa yang mayoritas suku Bugis. Dengan letak geografisnya yang berada di muara sungai Bengalon dan berbatasan langsung dengan Selat Makassar.

"Ke depan, kami berharap Desa Muara Bengalon bisa menjadi desa nelayan yang mempunyai tambak ikan untuk memasok kebutuhan ikan di wilayah Kutim. Selain menjadi desa wisata dengan potensi hasil laut dan budaya masyarakat setempat,” ungkap Suharman.

Untuk mewujudkannya Suharman berharap dukungan dan keterlibatan semua pihak baik pemerintah, swasta maupun masyarakat. "Acara pesta laut ini adalah agenda tahunan yang merupakan tradisi dan budaya, yang perlu dilestarikan. Kami sangat menghargai tradisi yang telah dilakukan oleh para nelayan selama ini. Karena, kekuatan budaya merupakan kearifan lokal. Harus selalu dijaga dan dilestarikan," ujarnya.(advertorial)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved