Berita Pemkab Kutai Timur

Rancang Pembangunan Kutim 2020; Bappeda Gelar Konsultasi Publik RKPD dan Forum Gabungan SKPD

Pada 2020 pendapatan daerah diprediksi Rp 2,5 triliun, ditambah PAD Rp48 miliar, dana perimbangan Rp 1,85 triliun dan pendapatan lainnya Rp682 miliar.

Rancang Pembangunan Kutim 2020;  Bappeda Gelar Konsultasi Publik RKPD dan Forum Gabungan SKPD
Diskominfo Perstik Kutim
Wabup H Kasmidi Bulang ST MM memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan konsultasi publik RKPD tahun 2020 dan forum perangkat Daerah. 

SANGATTA - Pemkab Kutai Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) kembali menggelar kegiatan konsultasi publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Forum Gabungan SKPD Kabupaten Kutim. Kegiatan penyusunan RKPD untuk tahun 2020 digelar di gedung serba guna Bukit Pelangi selama dua hari, Senin-Selasa (18-19/3/2019).

RKPD tahun 2020, menurut Kabid Pengkajian, Pengendalian, Pelaporan (P3) Bappeda Kutim, Hendra Ekayana ST MT, dalam laporan pelaksanaannya, merupakan RKPD tahun ke empat pelaksanaan RPJMD Kabupaten Kutim tahun 2016-2021. Penyusunan meliputi, evaluasi pencapaian kinerja tahun 2018 dan perkiraan capaian tahun 2019. Serta prioritas pembangunan nasional dalam rencana kerja pemerintah tahun 2020, RKPD provinsi tahun 2020 dan isu strategis yang berkembang saat ini.

“Tujuan kegiatan, di antaranya memberi masukan mengenai arah pengembangan, potensi dan masalah, rumusan program dan kegiatan sebagai bahan penyempurnaan penyusunan RKPD kabupaten Kutim, menjamin proses bottom up dan top down dalam proses perencanaan pembangunan serta mewujudkan kerja sama dalam perencanaan pembangunan daerah,” kata Hendra.

Setelah mendengarkan paparan dari Kabid P3 Provinsi Kaltim, Charmarijaty ST M Si tentang prioritas pembangunan Provinsi Kaltim pada 2020, perencanaan pembangunan untuk Kabupaten Kutai Timur dipaparkan oleh Kepala Bappeda Kutim, DR Edward Azran SE MS.

“Rencana kerangka pendanaan tahun 2020, pendapatan daerah diprediksi berada di angka Rp 2,5 triliun, ditambah pendapatan asli daerah sekitar Rp 48 miliar, dana perimbangan Rp 1,85 triliun dan pendapatan lainnya yang sah Rp 682 miliar. Dari sisi pembelanjaan, adanya belanja wajib sekitar Rp 1,4 triliun dan kapasitas riil Rp 1,2 triliun,” ungkap Edward.

Fokus pada 2020, menurut Edward, ada lima misi. Meliputi, pertama adalah, tentang SDM, bagaimana meningkatkan kualitas SDM yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan yang Maha Esa, kedua, Daya Saing Ekonomi, mewujudkan daya saing daerah melalui pembangunan agribisnis dan agroindustri, ketiga tentang infrastruktur dengan meningkatkan infrastruktur dasar yang berkualitas secara merata, keempat tentang lingkungan hidup dengan mengoptimalkanm pengelolaan ruang untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik, dan misi kelima adalah tata kelola pemerintahan dengan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, kredibel dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sementara itu, Wakil Bupati H Kasmidi Bulang ST MM yang membuka kegiatan ini mengatakan pemerintah Kutim tetap optimis dengan tema pembangunan di tahun 2020, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan.

“Peningkatan produksi pertanian untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan. Program strategis lainnya yang harus dilakukan, pembangunan dan peningkatan jalan, fasilitas pendidikan, kesehatan, sarana prasarana pemerintahan desa. Program percepatan pembangunan dengan pemberian dana Rp 1 miliar per desa untuk dikelola masing-masing desa,” ungkap Kasmidi.(advertorial)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved