Diduga Monopoli Proyek Jalan di Kabupaten Paser, KPPU Balikpapan Sidang Kontraktor

Dugaan Monopoli ditujukan pada Peningkatan Jalan Dalam Kota Tana Paser Tahun Anggaran 2014-2015.

Diduga Monopoli Proyek Jalan di Kabupaten Paser, KPPU Balikpapan Sidang Kontraktor
Tribunkaltim.co/ Aris Joni
Suasana sidang KPPU Balikpapan terkait dugaan dugaan monopoli tender pengaspalan di Kabupaten Paser oleh kontraktor. Selasa (19/3/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Adanya dugaan pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Monopoli dan Persengkongkolan Tender, membuat Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Kota Balikpapan menggelar sidang di Ruang Sidang KPPU Kantor Perwakilan Daerah Balikpapan, Selasa (19/3/2019).

Dugaan Monopoli ditujukan pada Peningkatan Jalan Dalam Kota Tana Paser Tahun Anggaran 2014-2015. 

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Komisi Harry Agustanto dan Anggota Majelis Chandra Setiawan. Agenda persidangan tersebut mendengarkan keterangan saksi yang diajukan oleh Investigator dari PT Bumi Karsa menghadirkan Direktur Utamanya, Muhammad Nur Andri.

Daihatsu Astec Open 2019 Digelar di Balikpapan, Ini Link Pendaftarannya

Polisi Tangkap Gokmen Tanis, Pria 37 Tahun yang Diduga Pelaku Penembakan di Utrecht Belanda

Anggota Majelis, Chandra Setiawan mengatakan, dalam persidangan tersebut dirinya hanya menjelaskan tentang informasi mekanisme pendaftaran dan tender, namun tidak memasukkan penawaran. Ia hanya menggali informasi dari saksi mengenai mekanisme pendaftaran dan tender-tendernya apa saja.

"Saksi juga menjelaskan jika perusahaanya sempat mengajukan pendaftaran namun batal ikut karena tidak memasukkan penawaran," ujarnya.

Lanjut Chandra, usai dirinya mendengar keterangan dari saksi tersebut. Ketua Majelis mempersilahkan terlapor untuk mengajukan saksi juga, baik berupa saksi ahli atau yang meringankan.

"Kita juga persilahkan terlapor mengajukan saksi, ini untuk meringankan tuduhannya," ungkap Chandra.

Diketahui, tiga perusahaan terlapor yakni PT Usaha Sederhana Bersama, PT Fajar Paser Lestari dan CV Cakrawala serta Pokja UPL Kelompol IV Kabupaten Paser tahun anggaran 2014-2015 merupakan tiga perusahaan yang dimiliki oleh satu keluarga.

Terpisah, Dirut PT Usaha Sederhana Bersama, Abdul Ramis mengakuibahwa tiga perusahaan tersebut dimiliki oleh satu keluarga, diantaranya milik keluarganya, anaknya dan adiknya. Dirinya beralasan mengikuti tender itu dikarenakan ingin memajukan daerah kelahirannya

"Selain itu juga karena faktor pada tender pertama tidak ada yang mengikutinya," pungkasnya.

Penembakan Dikabarkan Terjadi di Utrecht Belanda, 3 Orang Tewas dan 9 Lain Luka-luka

Sudjiwo Tedjo Komentari Mahar Syahrini yang Diperkirakan Rp 40 Miliar Aku akan Terima Nasibku

Sekedar informasi, proyek pengaspalan jalan di Kabupaten Paser tersebut bernilai Rp 59 miliar Rupiah dan dibayar dengan sistem Multiyears. (*) 

Penulis: Aris Joni
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved