Jangan Salah Loh, Matematika Bisa untuk Menangani Wabah Penyakit

Jangan salah, di bidang kesehatan, matematika dapat digunakan untuk mempelajari penyebaran suatu wabah penyakit berbahaya.

Jangan Salah Loh, Matematika Bisa untuk Menangani Wabah Penyakit
shutterstock
Ilustrasi: Orangtua juga harus memiliki wawasan dan kemampuan berhitung yang baik agar bisa mendampingi anak-anak belajar dan mengerjakan tugas mata pelajaran Matematika dan mata pelajaran eksakta lainnya. 

Jangan Salah Loh, Matematika Bisa untuk Menangani Wabah Penyakit

TRIBUNKALTIM.CO - Matematika memiliki banyak manfaat untuk kehidupan. Jangan salah, di bidang kesehatan, matematika dapat digunakan untuk mempelajari penyebaran suatu wabah penyakit berbahaya.

Bidang kajian mengenai hal ini dikenal dengan "matematika epidemiologi".

Matematika epidemiologi adalah model matematika mempelajari tentang pencarian sumber, penyebaran, pola, dan strategi penanganan dari sebuah wabah.

Hal inilah yang disampaikan Nuning Nuraini dari KK Matematika Industri dan Keuangan dalam Seri Kuliah FMIPA- ITB, di Auditorium CC Timur, Bandung (9/3/2019).

"Demam artis"

Dilansir dari laman resmi ITB, fungsi matematika epidemiologi ini memang bisa dipakai untuk menganalisis suatu wabah selama fenomenanya itu memiliki sumber dan cabang-cabang atau biasa disebut node.

Metodenya pun bisa dijelaskan secara sederhana. Ilmu ini memanfaatkan metode SIR (Susceptible, Infectious, Recovered) sebagai alat analisanya.

Metode ini membagi kelompok dalam populasi sebagai potensi terinfeksi (S), terinfeksi (I), dan di luar dari kedua kategori tersebut (R), baik sembuh maupun meninggal.

“Ini mirip kan kalau kita analogikan sama "demam artis"? Kalau dalam populasi sedari awalnya tidak ada yang ngefans sama boyband tertentu semua orang masih berpotensi. Ketika ada fans berat masuk populasi tersebut, sangat mungkin ada orang lain yang ikut (alias terinfeksi) ataupun lama kelamaan akan bosan (sembuh/meninggal),” tutur Nuning mengilustrasikan.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved