Tim Libur, Asri Akbar Pilih Ikuti Kursus Kepelatihan Lisensi D di Stadion Segiri Samarinda

Kursus kepelatihan berlisensi itu berlangsung sejak 18-24 Maret 2019 nanti di Stadion Segiri Samarinda, dan langsung diawasi oleh Ricky Nelson Gideon.

Tim Libur, Asri Akbar Pilih Ikuti Kursus Kepelatihan Lisensi D di Stadion Segiri Samarinda
(ho/asri akbar)
Asri Akbar (pirang) diantara para peserta kursus kepelatihan lisensi D kerja sama Borneo FC dan Asprov PSSI Kaltim, 18-24 Maret 2019 di Stadion Segiri Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mengisi liburan, beberapa pemain Borneo FC memanfaatkan waktunya untuk pulang kampung halaman ataupun sekedar beristirahat dari rutinitas biasa mereka.

Namun tidak dengan pemain senior Borneo FC, Asri Akbar yang memilih mengikuti kursus kepelatihan berlisensi D yang diadakan atas kerjasama pihak klub Borneo FC dengan Asprov PSSI Kaltim.

Kursus kepelatihan berlisensi itu berlangsung sejak 18-24 Maret 2019 nanti di Stadion Segiri Samarinda, dan langsung diawasi oleh Ricky Nelson Gideon selaku instruktur PSSI.

BREAKING NEWS - Kontak Senjata dengan KKSB di Nduga Papua Pagi Tadi, Brimob Asal Nunukan Gugur

Profil Tsania Marwa, Runner Up Gadis Sampul 2005 yang Klaim Dianiaya Keluarga Atalarik Syah 

Pengumuman Hasil SNMPTN Bisa Diakses Esok Jumat (12/3/2019), Ini Deretan Link Alternatif 

Kepada tribunkaltim.co, Rabu (20/3/2019) Asri membeberkan bahwa ia ikut serta dalam kursus itu karena mendapatkan slot kosong disana.

"Sebenarnya belum serius amat sih, kebetulan ada waktu libur, pas tanya kebetulan ada slot kosong 2 lagi, ya saya fikir-fikir, makanya saya ambil kesempatan ini," katanya.

Lebih lanjut, Asri menjelaskan ada alasan mendasar yang mendorongnya ikut serta dalam kursus tersebut. Asri berfikir untuk kedepan, dimana jika ia tidak lagi bermain sepak bola professional.

Ia akan kembali kekampung halamannya untuk melatih anak-anak muda berbakat dikampungnya agar bisa menjadi pemain sepak bola, dan ia sadar untuk menjadi pelatih, ia harus memiliki sertifikat lisensi minimal D, dan ini menurutnya adalah kesempatan yang baik sembari memanfaatkan waktu libur agar lebih produktif.

"Saya sebenaranya tidak ada niat jadi pelatih Liga, hanya ingin bantu anak-anak muda di kampung saya. Dan itu pun harus ada lisensi minimal D. Kebetulan saya ada niatan di kampung untuk semua anak-anak usia 18 tahun kebawah yang mau ikut saya latihan, bisa saya bantu, ya syukur-syukur ada yang sukses nantinya main di Liga dan Timnas dari tim kampung itu," jelasnya bersemangat.

Gelar Pertemuan di Balikpapan, Ini Tiga Hotel yang Miliki Ballroom Luas, Cek Daftarnya

Ingin Dapat Bankeu Lebih Besar, Ini Saran Sekretaris Bappeda Kaltim untuk Kabupaten PPU

Belum Terlihat Gandeng Pasangan, Reza Rahadian Benarkan Suka Wanita Berambut Panjang

Diakui mantan pemain Persija Jakarta musim 2018 ini, ada beberapa kendala yang dialaminya, terutama kendala bahasa, dimana aksen kedaerahannya Asri yang memang cukup kental, namun bukan menjadi halangan baginya.

Karena menurutnya ini menjadi pembelajaran yang cukup berarti baginya untuk kedepan bisa ia praktekan di lapangan.

"Banyak kendala, dikelas saya kendala bahasa," ucapnya tertawa.

"Dilapangan susah nerapin praktek, tapi ya terus belajar aja, bagaimana cara yang benar melatih pemain usia muda. Terkadang nyontohin benar tapi pas jelasin beda," tambahnya. (*) 

Penulis: Imaduddin Abdur Rachim
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved