Warga SKM Bongkar Sendiri Rumahnya, Terima Uang Kerohiman Rp 3 Juta per KK

Warga sekitar hanya sekedar membangun kandang ayam peliharaan warga. Berjalannya waktu, karena tak ada 'teguran' warga pelan-pelan membuat rumah kayu

Warga SKM Bongkar Sendiri Rumahnya, Terima Uang Kerohiman Rp 3 Juta per KK
Tribunkaltim.co/Nalendro Priambodo
Sekitar 4 hari sebelum batas akhir pengosongan permukiman pinggir Sungai Karang Mumus (SKM), warga yang persisnya berdiam di gang Rahmat, jalan Perniagaan, Samarinda sudah mulai membongkar sendiri bangunannya, Rabu (20/3/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sekitar 4 hari sebelum batas akhir pengosongan permukiman pinggir Sungai Karang Mumus (SKM), warga yang persisnya berdiam di gang Rahmat, Jalan Perniagaan, Kota Samarinda sudah mulai membongkar sendiri bangunannya.

Perasaan senang bercampur sedih diutarakan beberapa pemilik Rumah di kawasan itu.

Salah satunya, diutarakan Marsidi, (33) yang sudah tinggal di kawasan itu selama 19 tahun. Dahulu, ia bercerita, awal banyaknya warga membangun karena tak punya lahan paska kebakaran hebat di kawasan itu.

Lama Buat Pesanan Pecel Lele Pembeli Keroyok Sang Penjual, Ini Fakta tentang Si Pembeli

Menhub Pekan Depan Putuskan Tarif Baru ojek online, ojol Makassar Setuju Tarif Rp 2.500/Km

Ada 28 Stan Pameran Wisata Investasi dan Perdagangan di Kaltim, Catat Lokasi & Jadwalnya

Selain itu, perlahan-lahan, warga sekitar hanya sekedar membangun kandang ayam peliharaan warga. Berjalannya waktu, karena tak ada 'teguran' warga pelan-pelan membuat rumah kayu tepat di pinggir sungai.

Marsidi yang sehari-hari bekerja di bengkel motor mengaku, rumah berkamar 3 yang dihuni 6 orang ia bangun perlahan-lahan.

Setidaknya lebih Rp 20 juta ia keluarkan membangun bertahap rumah itu.

Hingga, akhirnya, muncul surat edaran Pemkot Samarinda yang meminta warga mengosongkan bangunan untuk ditata memakai jalur hijau.

Oknum Warga Minta Uang Atas Nama Dewan, Manfaatkan Momen Sidak Komisi III DPRD

Banyak Murid SDIT BIS Berlindung pada Meja Belajar, Simulasi Tanggap Darurat Bencana

Ia dan banyak warga lainnya pun sepakat menerima uang pengganti Rp 3 juta yang diberikan Senin lalu.

"Sedih juga, karena saya besar dan punya anak di lokasi ini. Kalau dulu ga bayar sewa. Sekarang harus cari uang buat bayar sewa," katanya Rabu (20/3/2019).

Pembongkaran rumah ia lakukan bersama 4 orang kerabatnya. Setelah ini, uang pengganti akan digunakan untuk mengontrak rumah tak jauh dari lokasi.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved