Berita Video
VIDEO - Kampung Pinisi RT 32 Klandasan Ilir, Ubah Kesan Kumuh Kampung di Pesisir, Ini Ide Kreatifnya
Permukiman yang tadinya berkesan kumuh dan habis terbakar bisa menjadi bersih dan indah, dengan kesadaran warganya, semuanya mungkin terjadi.
Penulis: Djohan Nur | Editor: Amalia Husnul A
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Djohan Nur
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Permukiman yang tadinya berkesan kumuh dan habis terbakar bisa menjadi bersih dan indah, dengan kesadaran warganya, semuanya mungkin terjadi.
Inilah yang terjadi di Kampung Pinisi RT 32 Klandasan Ilir Kota Balikpapan.
Kampung Pinisi RT 32 kini bukan lagi kampung kumuh, kampung ini bukan sekadar bersolek.
Tapi, warga Kampung Pinisi 32 Klandasan Ilir Balikpapan ini juga mengubah gaya hidup masyarakatnya. Jadi bukan sekadar bersih tapi juga betul-betul menjaga dan peduli lingkungan.
Lokasi kampung Pinisi 32 Klandasan Ilir berada di Jalan Jenderal Sudirman, di sebelah Bank Sinar Mas, ada jalan kecil menuju kampung tersebut.
Saat memasuki jalan kecil tersebut, kita akan melihat spanduk yang bertuliskan selamat datang di Kampung Pinisi RT 32 Balikpapan.
Pengunjung akan melihat beragam mural dan lukisan dinding yang menghiasi dinding gang dan rumah warga.
Tak hanya itu, di sana juga terdapat berbagai jenis tanaman yang dikembangkan oleh warga sehingga membuat kampung tersebut menjadi asri.
Berawal dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, mendaur ulang barang bekas, memperindah jalan dengan bunga-bunga dalam pot.
Kampung Pinisi RT 32 dihuni 140 keluarga, terbagi menjadi delapan blok.
Kampung Pinisi RT 32 ini dulunya adalah permukiman yang kumuh bahkan tahun 2008 pernah habis terbakar.
Lalu Ketua RT dan sejumlah tokoh kampung berinisiatif untuk mengadakan lomba kebersihan dan keindahan blok sampai akhirnya perlahan kampung ini menjadi tempat destinasi wisata.
Kamis (21/3/2019) Sri Rahayu, Ketua RT 32 menceritakan awal Kampung Pinisi RT 32 ini.
Berawal dari lomba kebersihan antar blok, karena lokasi Kampung Pinisi RT 32 pesisir biasanya kesannya kumuh tidak rapi dan tidak indah.
Karenanya saat peringatan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2018 lalu, kampung ini pun menggelar lomba kebersihan.
“Kami mengadakan lomba tersebut supaya memunculkan minat warga untuk membuat lingkungannya menjadi bersih.
Dari situlah muncul ide sekalian bersih-bersih juga indah muncul juga ide kretif seperti melukis dinding dan mewarnai jalanan,” kata Sri Rahayu
Selanjutnya, kampung inipun diberi nama Kampung Pinisi RT 32 lantaran warga di sini mayoritas adalah suku Bugis.
“Setelah kami mengadakan lomba tersebut, Bank Indonesia datang dan mengajak kami untuk membudidayakan cabai warna-warni.
Tujuannya adalah untuk menekan inflasi, karena cabai itu harganya lumayan mahal apabila terjadi kelangkaan di pasar.
Untuk itu kami mencoba membudidayakan cabai tersebut di lahan seadanya di depan pekarangan,” kata Sri Rahayu.
Menurut Sri Rahayu mengajak warganya untuk hidup bersih itu susah-susah gampang. Tetapi, Sri Rahayu selalu berusaha dan merangkul anak muda dan ibu – bu PKK di RT 32.
“Bersih sekali itu gampang, tetapi mempertahankan kebersihan itu yang susah,” kata Sri Rahayu.
Sri Rahayu selalu mengajak warganya untuk menyapu setiap pagi dan sore, lewat grup mereka di media social.
Selain itu juga, mereka tidak membuang sampah ke laut dan hanya membuang sampah pada malam hari, sehingga pada saat pagi hari sudah terlihat bersih dan tidak ada lagi sampah.
Dan Sri Rahayu mengusahakan setiap rumah di Kampung Pinisi RT 32 mempunyai tempat sampah.
(*)
Follow Instagram tribun kaltim
Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini