Ditemukan Relawan, Dua Anak di Samarinda Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia

Mereka mengaku dipaksa bekerja sebagai pengamen jalanan oleh seseorang yang membawa mereka ke Samarinda.

Ditemukan Relawan, Dua Anak di Samarinda Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Dua anak diduga menjadi korban pedagangan manusia dibawa ke panti asuhan di bawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Samarinda, Jumat (22/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Polda Kaltim bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Samarinda tengah menelusuri tentang adanya dugaan perdagangan anak.

Kasus tersebut mencuat setelah beberapa anggota relawan Info Taruna Samarinda (ITS) menemukan dua anak bernisial FK (12) dan RF (10) di sekitar Taman Lampion Garden, Jalan RE Martadinata, Teluk Lerong, pada Kamis (21/3/2019) malam kemarin.

Setelah diberi tempat tinggal sementara di sekretariat ITS, diberi makan, dan diberi pakaian ganti, kedua anak, yang merupakan kakak beradik itu, mengaku berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka mengaku dipaksa bekerja sebagai pengamen jalanan oleh seseorang yang membawa mereka ke Samarinda.

Dari informasi yang ada, terdapat sekitar 30 anak yang dibawa ke Samarinda guna dipaksa bekerja sebagai pengamen.

Setiap harinya anak-anak tersebut dipaksa bekerja di jalanan dengan target setoran Rp1 juta per hari, lalu upah yang diterima anak-anak itu senilai Rp10 ribu per hari, dan hanya beri makan sekali sehari.

Jika tidak memenuhi target yang diberikan, anak-anak tersebut akan dihukum dengan dipukul menggunakan benda tumpul.

Bahkan, salah satu anak yang ditemukan anggota relawan, kepalanya mengalami pendarahan.

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved