Hati-hati Posting di Medsos, Menaker Sebut Akun Media Sosial akan jadi Syarat Lamaran Kerja

Pasalnya dalam waktu ke depan akan ada peraturan untuk penerimaan kerja karyawan di perusahaan baik milik pemerintah atau asing.

Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Doan Pardede
id.jobsdb.com
Ilustrasi wawancara melamar kerja 

TRIBUNKALTIM.CO - Mulai saat ini hati-hati memposting informasi atau tulisan di media sosial kamu.

Pasalnya dalam waktu ke depan akan ada peraturan untuk penerimaan kerja karyawan di perusahaan baik milik pemerintah atau asing.

Akun media sosial milik pelamar akan menjadi salah satu syarat untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan.

Mengemuka di Debat Pilpres, Ini Sederet Peluang dan Dampak Revolusi industri 4.0 bagi Tenaga Kerja

Melansir dari Tribun Jateng.com,  Menteri Tenaga Kerja atau Menaker Hanif Dhakiri mengungkapkan konten-konten yang diposting oleh pelamar menjadi salah satu pertimbngan bagi perusahaan untuk menerima karyawan.

Jika pelamar bersangkutan sering memposting konten-konten negatif, maka hal tersebut bisa mempengaruhi perjalanan kariernya.

"Kedepan (pengecekan) akun medsos menjadi tren perusahaan saat akan menerima karyawan. Jadi kalau medsos kita tidak benar konten yang terposting itu bisa mengganggu perjalanan karier kita," katanya, Rabu (20/3/2019).

Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri
Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri (Tribunnews/Dany Permana)

6 Guru di Tangerang Banten Diberhentikan Setelah Foto Salam 2 Jari Viral di Whatsapp dan Medsos

Hanif Dhakiri kemudian mencontohkan, misalnya saja ada pelamar yang sudaha lolos tes di sebuah perusahaan.

Sang pelamar sudah dinyatakan lolos tes baik tertulis maupun saat proses wawancara.

Namun saat pengecekan, di akun medsos bersangkutan banyak terposting kabar-kabar negatif atau hoaks.

Maka hal itu menjadi pertimbangan perusahaan untuk menerima calon karyawan.

 "Jadi saya pesan hati-hati menggunakan medsos, jangan gampang termakan hoaks dan ikut menyebarkan terutama hoaks mengenai tenaga kerja asing,"katanya.

Hong Kong jadi Sasaran Tenaga Kerja Indonesia, Berapa Gaji dan Fasilitas yang Diterima?

Polisi Tangkap Kreator Hoax Tenaga Kerja Asing Demo di Morowali, Begini Modusnya

 Bareskrim Polri menciduk kreator sekaligus buzzer hoaks demo tenaga kerja asing (TKA) di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kreator hoaks tersebut berinisial IDN (23) yang merupakan warga Bogor, Jawa Barat.

Baca: Darah Mengucur dari Tangan Jokowi Akibat Kepatil Udang saat Panen Raya, Lihat Foto-fotonya

"Hoax Morowali sempat viral di media sosial, yang isi hoax tersebut menyebutkan unjuk rasa warga negara asing (WNA). Setelah viral, dari tim Siber melakukan patroli dan ditemukan kreator sekaligus buzzer atas nama IDN," ujar Dedi, ketika dikonfirmasi, Rabu (30/1/2019).

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved