500 Rumah di Desa Loa Duri Ilir Bakal Tempel Stiker Tolak Politik Uang di Pemilu 2019

Tiap rumah diberi pertanyaan untuk setuju politik uang atau tidak. Jika setuju, maka tiap rumah nanti akan diberi stiker tanda menolak politik uang.

500 Rumah di Desa Loa Duri Ilir Bakal Tempel Stiker Tolak Politik Uang di Pemilu 2019
HO/ Bawaslu Kaltim
Stiker tolak politik uang 

TRIBUNKALTIM.CO - Masa Pemilu 2019 yang kurang dari 1 bulan lagi, membuat Bawaslu Kaltim saat ini jalankan beberapa program terkait. 

Salah satunya adalah program penyadaran partisipasi pemilih serta ajakan untuk tolak politik uang dalam Pemilu 2019

Hal ini seperti dijelaskan Komisioner Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar saat dihubungi Tribunkaltim.co, Rabu (27/3/2019). 

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Berdampak Buruk ke Event Mahakam Travel Mart

Pernah Masuk Catatan Rekor Dunia karena Kuku Panjangnya, Pria Ini Akhirnya Putuskan Memotongnya

Indra Sjafri Berharap Banyak pada Klub Liga 1 untuk Bantu Pertumbuhan Pemain Muda

Program tersebut yakni adanya kerja sama dengan Klinik Pemilu Fakultas Hukum Unmul. 

Kerjasama dalam bentuk pencanangkan Desa Pelopor Anti Politik uang, politisasi Sara dan Hoax. Desa ini telah dipilih berada di desa Loa Duri Ilir Kecamatan Loa Janan, Kukar. 

"Ya, saat ini program sudah berjalan dan puncaknya di 29 Maret mendatang. Di sana akan ada deklarasi dari para warga di desan tersebut untuk menolak politik uang," kata Galeh Akbar. 

Lantas, bagaimana bentuk penolakan politik uang tersebut juga dijelaskan Galeh. Disebutnya, sejak hari ini hingga jelang 29 Maret, petugas dari Bawaslu Kaltim akan mendatangi sekitar 500 rumah di desa Loa Duri Ilir. 

Saat datang, petugas akan bertanya langsung kepada pemilik rumah, apakah bersedia untuk tidak ambil bagian dalam politik uang di Pemilu 2019

"Totalnya ada 500 rumah yang didatangi. Tiap rumah akan diberi pertanyaan untuk setuju politik uang atau tidak. Jika setuju, maka tiap rumah nanti akan kami beri stiker tanda menolak politik uang," katanya. 

Tribunpun ikut menerima redaksi dari stiker tersebut yang bertuliskan "Keluarga ini Tidak menerima Money Politic". 

Penempelan stiker tolak politik uang di rumah warga desa Loa Duri Ilir, Rabu (27/3/2019)
Penempelan stiker tolak politik uang di rumah warga desa Loa Duri Ilir, Rabu (27/3/2019) (HO/ Bawaslu Kaltim)

Secara total, ada sekitar 9 ribu pemilih yang ada di desa Loa Duri Ilir tersebut. Diasumsikan Bawaslu, dengan mengunjungi langsung 500 rumah, ada lebih dari 10 persen dari total pemilih di desa Loa Duri Ilir yang akan menerima langsung sosialisasi tolak politik uang dari Bawaslu Kaltim tersebut. 

"Tiap rumah kan biasanya dihuni lebih 1 orang. Bisa tiga atau empat orang. Kami asumsikan saja 3 orang, maka 500 x 3 itu sudah ada 1500 orang yang tersosialisasi tolak politik uang," kata Galeh Akbar. 

Jargas Aliri 9.260 Rumah Tangga di Balikpapan dan PPU, Warga Senang tak Perlu Keliling Lagi 

Adapun untuk acara puncak pada 29 Maret 2019, juga akan dilakukan di desa tersebut. 

"Puncaknya warga bersama Bawaslu dan pihak terkait akan lakukan deklarasi tolak politik uang," katanya. (*) 

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved