Berita Pemkab Kutai Timur

Bupati Kutai Timur Sebut Kontribusi Sektor Pertanian Stabil, Serap Tenaga Kerja Seperti Ini

Pertanian menghasilkan komoditas unggulan yang produktif dan kompetitif, agar menjadi penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi di Kutim.

Bupati Kutai Timur Sebut Kontribusi Sektor Pertanian Stabil, Serap Tenaga Kerja Seperti Ini
Diskominfo Perstik Kutim
Infografis PDRB Kutim di sektor pertanian 

SANGATTA – Misi pembangunan Kabupaten Kutai Timur, satu di antaranya adalah mewujudkan daya saing ekonomi daerah melalui pembangunan agribisnis dan agroindustri. Misi ini untuk mencapai tujuan, meningkatkan dan memantapkan kecukupan pangan di setiap wilayah dan memantapkan daya saing komoditi unggulan daerah melalui kegiatan agribisnis dan agroindutri.

Hal ini, kata Bupati Ir H Ismunandar MT, sejalan dengan visi pembangunan yang memposisikan pertanian dalam arti luas sebagai leading sector dalam kebijakan pembangunan daerah.

Tahun 2018, pencapaian kemajuan sektor pertanian dalam arti luas ditunjukkan dengan penyerapan tenaga kerja yang menempati urutan pertama, yakni sebanyak 67.747 orang. Menyerap 43,76 persen dari total jumlah tenaga kerja di Kutim.

Sementara sub sektor tanaman pangan, produktivitas padi sawah meningkat dari 50,50 Kw/Ha pada tahun 2017, menjadi 50,30 Kw/Ha tahun 2018. Peningkatan juga ditunjukkan pada sub sektor peternakan. Produksi daging sapi di tahun 2018 mencapai 702.118 ton dan kambing sebanyak 48 ton. Sedangkan pada komoditas unggas, produk daging ayam ras pedaging sebanyak 2.220 ton dan produksi telur dari ayam ras petelur sebanyak 9.223 ton.

Untuk sub sektor perkebunan, kelapa sawit masih menjadi komoditas utama. Nilai produksi sabanyak 5,2 ton dengan tingkat produktivitas 16.916,53 Kg/hektar. Begitu juga produktivitas karet yang tahun 2018 lalu mencapai 951,45 Kg/ hektar.

Produktivitas kelapa sawit didukung dengan jumlah pabrik Crude Palm Oil (CPO) yang pada 2018 ini mencapai 34 unit dengan total kapasitas terpasang 1.725 ton/jam, dan kapasitas terpakai 1.421 ton/jam.

Sedangkan di sub sektor perikanan, produksi hasil perikanan meningkat dari 8.724,21 ton di tahun 2017 menjadi 9,896,28 ton di tahun 2018. “Berdasarkan data yang ada, kontribusi sektor pertanian dalam arti luas di Kutim, sudah cukup stabil dan berpotensi terus meningkat. Artinya, upaya kita dalam pengembangan sektor pertanian telah berjalan dalam koridornya dan akan terus dikembangkan. Agar mampu menghasilkan komoditas unggulan yang produktif dan kompetitif, sehingga dapat menjadi penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi di Kutim, pada masa mendatang,” ungkap Ismunandar.(Diskominfo Perstik Kutim)

Editor: Fransina Luhukay
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved