Sebut Hanya Tangani 13 Laporan Polisi, Pejabat Polda Kaltim Saling Lempar Jawaban di Kasus PT ATM

"Kita ada cuma 13 LP (laporan polisi), saja. Yang lainnya mungkin sudah dibayar atau bagaimana," katanya saat dihubungi via seluler, Kamis (28/3/2019)

Sebut Hanya Tangani 13 Laporan Polisi, Pejabat Polda Kaltim Saling Lempar Jawaban di Kasus PT ATM
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Suasana mediasi antara jemaah yang gagal umrah dengan pihak PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) di Masjid Baitul Aman Polres Balikpapan. Dirut PT ATM Hamzah Husain memberikan penjelasan di depan calon jamaah umrah yang hadir, Sabtu (5/5/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Kombes Pol Andhi Triastanto mengatakan, laporan polisi (LP) yang ditangani pihaknya dalam kasus PT ATM (Arafah Tamasya Mulya) hanya berjumlah tiga belas.

Di luar itu, pihaknya tak tahu menahu bila ada laporan polisi terkait kasus penipuan dan penggelapan jemaah umroh di Balikpapan.

Apalagi ada pernyataan laporan polisi korban kakap alias menderita kerugian besar mencapai miliaran rupiah.

"Kita ada cuma 13 LP (laporan polisi), saja. Yang lainnya mungkin sudah dibayar atau bagaimana," katanya saat dihubungi via seluler, Kamis (28/3/2019).

Persija Jakarta Tersingkir, Kalteng Putra Menang Dramatis via Adu Penalti

Komentar Pedas dan Cerita di Balik Foto Mesra Jokowi-Iriana, 32 Tahun Tak Pernah Ucap I Love You

Jokowi ke Balikpapan Sampaikan Pesan ke TPS Pakai Baju Putih, Begini Alasannya

Soal adanya laporan polisi dari korban yang mengalami kerugian besar, dirinya mengaku tak tahu. Perwira melati 3 pundak ini menegaskan Ditreskrimum Polda Kaltim hanya menerima 13 laporan polisi, yang saat ini berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Bahkan sudah masuk masa persidangan di Pengadilan.

"(LP lain) Gak ada. Yang kita tangani. Hanya 13 LP saja," ujarnya.

Saat ditanya soal dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Andhi berkata hal itu masuk wewenang Direktorat Reserse Kriminal Khusus. Seingatnya, akhir tahun 2018 sudah diteliti penyidik Ditreskrimsus.

"Nah, kalau TPPU, krimsus sudah saya kasih berkasnya. Coba tanya aja ke Krimsus. Gak tahu, kemarin ditelitinya sampai mana," bebernya.

"Tanya saja ke mereka, TPPU ATM ditangani bagaimana? Kalau tak menangani alasannya apa," lanjutnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Direskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan penanganan dugaan TPPU atau kerap disebut money laundry, kasus penipuan dan penggelapan jemaah umroh PT ATM tetap ditangani penyidik Ditreskrimum.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved