Belum Dapat Kabar dari Polisi, Ini yang Dilakukan Kuasa Hukum Mantan Dirut PT ATM Balikpapan

Maroko menambahkan, memang pada persidangan terakhir pada Rabu (27/3/2019) puluhan korban PT ATM meluruk ke PN Balikpapan.

Belum Dapat Kabar dari Polisi, Ini yang Dilakukan Kuasa Hukum Mantan Dirut PT ATM Balikpapan
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Belum Dapat Kabar dari Polisi, Ini yang Dilakukan Kuasa Hukum Mantan Dirut PT ATM Balikpapan 

Pemberitaan sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Kombes Pol Andhi Triastanto mengatakan, laporan polisi yang ditangani pihaknya dalam kasus PT ATM hanya berjumlah tiga belas.

Di luar itu, pihaknya tak tahu menahu bila ada laporan polisi terkait kasus penipuan dan penggelapan jemaah umrah di Balikpapan.

Apalagi ada pernyataan laporan polisi korban kakap alias menderita kerugian besar mencapai miliaran rupiah.

"Kita ada cuma 13 LP, saja. Yang lainnya mungkin sudah dibayar atau bagaimana," katanya saat dihubungi via seluler, Kamis (28/3/2019).

Soal adanya laporan polisi dari korban yang mengalami kerugian besar, dirinya mengaku tak tahu. Perwira melati 3 pundak ini menegaskan Ditreskrimum Polda Kaltim hanya menerima 13 laporan polisi, yang saat ini berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Bahkan sudah masuk masa persidangan di Pengadilan.

"(LP lain) Gak ada. Yang kita tangani. Hanya 13 LP saja," ujarnya.

Saat ditanya soal dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Andhi berkata hal itu masuk wewenang Direktorat Reserse Kriminal Khusus. Seingatnya, akhir tahun 2018 sudah diteliti penyidik Ditreskrimsus.

"Nah, kalau TPPU, krimsus sudah saya kasih berkasnya. Coba tanya aja ke Krimsus. Gak tahu, kemarin ditelitinya sampai mana," bebernya.

"Tanya saja ke mereka, TPPU ATM ditangani bagaimana? Kalau tak menangani alasannya apa," lanjutnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Direskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan penanganan dugaan TPPU atau kerap disebut money laundry, kasus penipuan dan penggelapan jemaah umroh PT ATM tetap ditangani penyidik Ditreskrimum.

"Penyidik awalnya yang tangani, tetap Ditreskrimum yang nangani. Tapi nanti dibantu asistensi oleh krimsus. Bukan pelimpahan penanganan perkara," katanya. (*)

Klik Like & Follow Facebook Tribunkaltim.co:

Follow Instagram Tribunkaltim.co di bawah ini:

 Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved