BI Kaltim Kaji Komoditas, Produk dan Jenis Usaha Unggulan di Kaltim, Ini Hasilnya

Sektor UMKM unggulan kedua yakni Pertanian dan Peternakan. Contohnya padi, kepala sawit, karet, ayam ras, hingga sapi pedaging.

BI Kaltim Kaji Komoditas, Produk dan Jenis Usaha Unggulan di Kaltim, Ini Hasilnya
TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Muhammad Nur 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim meriset tentang Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kaltim.

Hasilnya, terdapat 10 KPJU unggulan lintas sektor di Kaltim. Sedangkan KPJU Sektor, terdapat 5 sektor komoditas unggulan UMKM.

Lima sektor unggulan UMKM tersebut bergerak pada bidang Industri Pengolahan. Contohnya, amplang, kerajinan manik-manik, industri batubata, ikan asin, dan industri tahu.

Sektor UMKM unggulan kedua yakni Pertanian dan Peternakan. Contohnya padi, kepala sawit, karet, ayam ras, hingga sapi pedaging.

Gafar Diberhentikan, Hatta Zainal Ditunjuk Jadi Plt Golkar Samarinda

Digugat Pra Peradilan, Polda Kaltim Bantah SP3 Kasus Korupsi RPU Balikpapan

Pemain Asli Tenggarong Ini Berharap Mitra Kukar Dipimpin Pelatih Kepala yang Disiplin

Pada urutan ketiga, terdapat UMKM yang bergerak pada sektor perdagangan besar dan eceran. Contohnya toko kelontong, bengkel motor, toko pakaian, hingga penjualan hasil perikanan. Pada posisi empat, terdapat UMKM yang bergerak di sektor perikanan dengan hasilnya berupa lele, kepiting, udang, patin dan baung.

Terakhir, ada UMKM di sektor penyediaan akomodasi yakni penginapan, hotel melati, cafe/resto, hingga warung makan campur.

10 KPJU unggulan lintas sektor secara berurutan yakni padi, penjualan hasil perikanan, udang, amplang, kerajinan manik-manik, toko kelontong, warung makan campur, ayam ras pedaging, industri tahu, dan sapi pedaging.

"Secara umum, UMKM dari produksi, produknya kurang variatif. Masih banyak yang harus dibetulkan apalagi yang homemade industri. Dari sisi permodalan, ada beberapa UMKM yang belum bankable dari sisi administrasinya," kata Kepala Kantor BI Kaltim, Muhamad Nur, Jumat (29/3/2019).

Menurut Nur, masih banyak UMKM yang patut mendapat pembinaan dari berbagai pihak, termasuk perbankan. Kajian KPJU ini, kata Nur, menjadi dasar bagi pemerintah daerah setempat untuk membina UMKM dan produk unggulannya.

"Jadi harus ada sesuatu yang fokus dalam bimbingannya biar UMKM itu jadi mandiri ke depannya. Kalau dibiarkan sendiri kan kasihan," katanya lagi.

Nur mengakui, kontribusi sektor UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional, masih sangat kecil. Secara kuantitas, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 90 persen dari usaha yang ada. Sedangkan industri besar hanya sekitar 10 persen.

"Tapi, yang 10 persen ini total produksinya sampai 80 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto). Jadi memang tidak aple to aple untuk membandingkan UMKM dengan industri besar terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Nur.

Meski demikian, dari sisi penyerapan tenaga kerja dan pemerataan pertumbuhan ekonomi, UMKM sangat penting. Nur mengambil contoh Kaltim yang memiliki 300 ribu UMKM. "Kaltim penduduk 3,6 juta orang. UMKM-nya 300 ribu. Jika rata-rata satu UMKM pakai tiga pekerja, berarti ada 900 ribu orang yang bekerja di sana. Hampir sepertiga penduduk Kaltim," urai Nur. (*) 

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved