Opini

Mengurai Benang Kusut Hoax

Berita bohong ini seolah diproduksi setiap detik juga, dan disebarkan secara masif ke berbagai media sosial (medsos)

Mengurai Benang Kusut Hoax
HO
DR. Pitoyo. MKom, Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antaramanusia 

Disebut media rujukan, mengingat keberadaan media mainstream menjadi tumpuan informasi yang akurat bagi khalayak atau massa.

Deklarasi Anto Hoax di Sangatta yang digagas Polres Kutim bersama FKPD Kutai Timur
Deklarasi Anto Hoax di Sangatta yang digagas Polres Kutim bersama FKPD Kutai Timur (Tribun Kaltim/Margaret Sarita)

Bagaimana tidak, media digital atau media online tumbuh pesat, khususnya portal berita. Berdasarkan data di Kementerian Komunikasi dan Informasi terdapat 43 ribu portal berita online, namun yang sudah terverifikasi baru 100 portal berita online.

banyaknya portal berita yang tidak yerverifikasi ini, menjadi lahan subur tumbuhnya berita bohong.

Berita bohong yang dimuat diportal online kemudian didistribusikan ke media sosial, biasanya memiliki nama portal atau alamat Website yang mendekati sama dengan portal berita yang telah terverifikasi oleh pemerintah.

Tribun Kaltim Goes to Campus, Pitoyo Ungkap Bahaya Troller Sang Penyebar Hoax

Kapolda Kaltim Irjen Priyo Tegaskan Hindari Kecurangan di Seleksi Sespimmen, Sespimma dan SIP

Dengan nama website yang hampir sama, ini dengan mudah mengecoh pembaca. pembaca yang tidak teliti dan kurang hatihati, akan terpengaruh dan menganggap berita yang diterima itu sebuah berita aktual dan terpercaya.

Lebih celaka lagi bila pembaca itu kemudian ikut menyebarkan ke grup WA maupun media sosial lalinya. Maka, virus berita bohong (viral) itu pun merebak ke seantero negeri ini.

Munculnya hoax di media sosial, sebenarnya seperti siklus dalam komunikasi. Setiap munculnya media baru selalu diiringi dengan hadirnya berita bohong atau hoax.

Saat radio pertama kali memasyarakat di Amerika juga beredar hoax berupa cerita drama radio yang dianggap sebagai sebuah berita, berjudul The Invasion from Mars di radio CBS Amerika Serikat, tahun 1950an.

Merebaknya anggapan adanya serangan makhluk dari Mars ini menjadi ajang penelitian Wilbur Schram, yang mengenalkan teori jarum hipodermik atau teori peluru.

Schram menilai masyarakat yang heterogen berubah mengjadi homogen dan tidak bedaya mendapat terpaan informasi.

Halaman
123
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved